SADAR AKAN KEKURANGAN DIRI, MENYESALI KESALAHAN DIRI & MENGAKU DOSA: ITU CARA UNTUK BERUBAH…!!!
JUMAT 3/10/2025
Pekan Biasa XXVI (H)
– Barukh 1:15-22
– Lukas 10:13-16
Kitab Barukh menggambarkan bahwa Israel mengalami banyak bencana & laknat karena mereka tidak taat pada perintah Tuhan & lebih suka hidup bebas menurut suka & pikiran sendiri.
Orang di kota-kota Israel, yaitu Khorazim, Betsaida & Kapernaum; walaupun sudah melihat banyak mujizat yang dilakukan secara luar biasa oleh Yesus, tetapi mereka tetap tidak percaya.
Yesus mengatakan mereka itu akan bernasib celaka, karena tidak percaya & menolak-Nya. Yesus berkata: “Barang siapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” (Lukas 10:16c).
Mereka akhirnya sadar, menyesal & mengakui kesalahannya: “Bahkan kami telah pergi berbakti kepada allah lain, Masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami” (Barukh 1:22).
Seandainya kota di luar Israel, seperti Tirus & Sidon, melihat mujizat yang dilakukan Yesus, pasti mereka percaya. Lebih baik tidak percaya karena tidak tahu, daripada tahu tapi tidak percaya… itu celaka.
Saudari – saudara terkasih.
1). Iman Katolik (Kristen) percaya bahwa Yesus ke dunia bukan atas kehendak-Nya, melainkan diutus melakukan KEHENDAK BAPA (Allah). Jadi, percaya Yesus berarti percaya Bapa. Menolak Yesus berarti menolak Bapa.
2). Tuhan sudah menunjukkan banyak tanda, seperti nafas hidup, kesehatan, pekerjaan, jabatan, bahkan kekayaan, dll; tetapi orang tidak percaya & tidak bersyukur. Akhirnya, hal-hal yang mestinya membahagiakan itu malah berubah menjadi sumber petaka.
Mengikuti pikiran & kehendak sendiri akan membawa orang kepada kecelakaan yang membinasakan. Tetapi mengikuti Firman Tuhan akan membawa orang kepada kebahagiaan & keselamatan. Kebaikan, kebenaran & keadilan itu sumbernya pada Tuhan, bukan pada manusia. Amin.
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Friday, October 3, 2025