Sajak ” Pagar Langit ‘ Pulo Lasman Simanjuntak Direspon via Fiksi Mini
Oleh Lasman Simanjuntak
–
JAKARTA-suaranaknegerinews.com| Sajak “Pagar Langit” karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak pada Jumat (31/1/2025) langsung direspons oleh Penyair Ikhsan Risfandi via fiksi mini.
Di tahun 2087, tepat setelah proyek “Pagar Laut Nusantara” gagal karena ombak ternyata tidak bisa dijinakkan oleh aturan zonasi.
Seorang konglomerat dengan nama terlalu panjang untuk diingat mengajukan proposal baru: “Pagar Langit Indonesia”.
Mereka bilang ini solusi, ini inovasi, ini masa depan.
“Langit tidak bisa dijual?” seseorang bertanya di konferensi pers.
CEO perusahaan hanya tertawa, menunjuk sertifikat berstempel hologram.
“Siapa bilang? Ini sudah ada HGB-nya,” katanya.
Langit di atas Monas dibagi dalam kavling-kavling kecil. Premium Skyview untuk para taipan, lengkap dengan akses eksklusif ke bintang jatuh yang bisa dikustomisasi warnanya.
Sky Economy Class untuk rakyat biasa, di mana awan-awan diacak secara algoritmik agar tetap terlihat natural.
Di atas Senayan, sekelompok investor asing sedang menawar Cakrawala Blok A untuk dijadikan penthouse terbang.
“Tapi bagaimana dengan burung?” seorang wartawan bertanya.
“Kita jual juga. Sistem berlangganan. Sekali bayar, bisa lihat burung-burung migrasi melintas di aplikasi.”
Di Glodok, seorang emak-emak membuka TikTok Live, mengeluh kenapa langit di atas rumahnya makin sempit.
“Dulu gue bisa liat awan gratis! Sekarang kena subscription fee!” Komentar netizen membanjir.
“Langit lo masih bagus, Bu. Di Tanah Abang, cuma dapet langit versi trial, 10 menit doang sebelum dikasih iklan.”
Sebuah startup mendadak viral: “VPN Langit! Kembalikan akses langit biru tanpa batas!”
Sementara itu, di Balikpapan, seorang bocah kecil bertanya pada ibunya, “Bu, kenapa pelangi sekarang ada barcode-nya?”
Di tengah kekacauan ini, seorang lelaki tua yang masih percaya bahwa hukum alam tidak bisa disertifikasi mencoba menelepon Tuhan.
“Halo, ini Tuhan? Kita punya masalah. Langit dijual, burung jadi aset kripto, dan awan diprivatisasi. Bisa dibatalkan nggak?” Suara dari ujung telepon terdengar malas.
“Maaf, paket anda tidak termasuk fitur intervensi ilahi. Upgrade ke Premium Plan untuk layanan lebih lanjut.”
Maka langit terus dipagari, batasnya semakin tipis, hingga suatu malam, ada bintang jatuh yang menolak jatuh, ada rembulan yang mendadak offline, dan di pojok dunia,
Seseorang mencoba menarik napas panjang, tapi udara yang ia hirup datang dengan tagihan.
Sajak
Pulo Lasman Simanjuntak
PAGAR LANGIT
setelah pagar laut
masih melalui sajakku ini
akan kembali kutawarkan kepada investor seribu naga
seharga ribuan triliun rupiah
utang negara
yaitu pagar langit biru
atau cakrawala semesta alam
di atas awan indonesia
yang sudah bersertifikat kepala desa
dijual dengan harga utang piutang
tujuh turunan
siapa berminat ?
telepon sajakku ini
nanti sajakku akan mengukur
kavling-kavling langit nusantara
satu di atas kepala oligarki
tanpa matahari
satu lagi di atas kepala konglomerasi
tanpa tiang awan
semua sudah diberi pagar pembatas-
dengan bambu dan besi baja
siapa berminat ?
telepon sajakku ini
bahkan di bawah pagar langit
sungai, gunung, dan bukit
juga sudah kupagar
bersertifikat negara
untuk dijual seharga kapal pesiar
paling mewah dan memalukan
siapa berminat
telepon sajakku ini
Jakarta, Kamis, 30 Januari 2025