April 21, 2026

SIAPAKAH ORANG KUDUS DALAM GEREJA KATOLIK (???)

SABTU 1/11/2025
Hari Raya Semua
Orang Kudus (P)
– Wahyu 7:2-4.9-14
– 1 Yohanes 3:1-3
– Matius 5:1-12a

Gereja Katolik merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Pertanyaannya: Siapakah orang kudus itu? Mereka itu dari mana? Mengapa mereka disebut kudus? Dan seterusnya.

Saudari – saudara terkasih.
1. Orang kudus adalah manusia biasa sama dengan kita. Mereka juga beriman sama dengan kita. Mereka bukan datang dari dunia ilahi melainkan dari dunia fana ini, yaitu dunia di mana kita juga hidup sekarang.

2). Mereka disebut kudus karena telah menjalankan imannya secara murni & konsekuen. Mereka melakukan Firman Allah seperti apa yang difirmankan, tanpa tawar menawar (hidupnya) dengan keinginan duniawi.

3). Mereka disebut kudus karena selain menjalankan imannya secara murni & konsekuen, juga mengikuti cara hidup Yesus dalam kata & perbuatan. Mereka menjadikan dirinya IMITATIO CHRISTI (mengikuti contoh hidup Kristus), termasuk tidak takut menyerahkan nyawanya seperti Kristus.

Mereka menghidupi imannya atas cara yang sederhana, seperti dikatakan dalam Injil hari ini, Lukas 5:1-12a:

– mereka hidup miskin, walaupun ada yang berasal dari keluarga kaya;

– mereka bersolider dengan penderitaan sesama, tidak bersukacita atas penderitaan orang lain;

– mereka memiliki hati yang lemah lembut, bukan hati keras membatu;

– mereka selalu mencari kebenaran untuk hidup damai, bukan mencari masalah yang menyusahkan hidup;

– mereka sangat murah hati, bukan hati pelit/ kikir/ sekakar;

– mereka menjaga kesucian hati, tidak mencemari hatinya dengan keinginan duniawi yang menyesatkan;

– mereka suka membawa damai dalam hidup bersama, bukan membawa huru-hara yang menyengsarakan hidup;

– mereka rela dianiaya demi kebenaran, mereka tidak murtat karena takut dianiaya atau takut mendapat kesulitan;

– mereka tidak takut dibully, dihina, difitnah atau direndahkan; karena percaya kepada Yesus Kristus.

Semua orang beriman dapat menjadi kudus, asalkan menjalankan iman secara murni & konsekuen. Semua orang beriman dapat menjadi kudus karena diri kita ada JIWA ILAHI & jiwa inilah menjadi jaminan kekudusan.

Menjadi kudus itu tidak menjauhkan orang dari dunia, tetapi justru membuat hidup di dunia menjadi lebih bermakna. Dunia ini ciptaan Tuhan & masih menjadi milik-Nya, sehingga hidup kudus di dunia itu tetap diperlukan. Tuhan memberkati. Amin.

P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Saturday, November 1, 2025