Solidaritas Mahasiswa Waropen di Makassar Galang Dana untuk Korban Kebakaran Pasar Urfas Jelang Idul Fitri
Laporan Paulus Laratmase
–
Musibah kebakaran yang melanda Pasar Urei Faisei, atau yang lebih dikenal dengan Pasar Urfas, pada tanggal 27 Maret 2025 lalu, memberikan dampak besar bagi para pedagang. Sebagian besar korban kebakaran berasal dari suku Bugis dan Makassar, yang membuat peristiwa ini terasa lebih mendalam bagi komunitas mereka. Kejadian ini tak hanya mengundang simpati masyarakat lokal, tetapi juga menggerakkan berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada para korban, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Pemerintah Daerah Waropen segera mengambil langkah dengan memberikan bantuan bagi para pedagang yang terdampak. Meski anggaran daerah terbatas, upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk meringankan beban warga, khususnya dalam situasi yang sangat membutuhkan ini.
Tidak ketinggalan para mahasiswa asal Waropen yang sedang menempuh studi di Makassar, Sulawesi Selatan. Meskipun berada jauh dari kampung halaman, mereka tidak tinggal diam melihat penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara mereka di Waropen. Melalui organisasi Ikatan Mahasiswa Waropen Makassar (IMAWAR), mereka menginisiasi penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran Pasar Urfas.
Luis Sasari, Ketua Umum IMAWAR, ketika dihubungi melalui telepon seluler, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa para pedagang. “Kami para mahasiswa IMAWAR Makassar turut belasungkawa atas musibah yang menimpa saudara-saudari kami di Waropen. Duka mereka adalah duka kami juga. Kami berharap semoga saudara-saudari kami yang terkena musibah diberi ketabahan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H,” ungkap Luis.
Sebagai wujud kepedulian mereka, mahasiswa IMAWAR yang tengah menuntut ilmu di Makassar menggelar aksi penggalangan dana yang dimulai pada tanggal 29 Maret 2025. “Kami mengumpulkan dana untuk meringankan penderitaan saudara-saudari kami yang terkena musibah kebakaran. Ini adalah bentuk solidaritas kami sebagai mahasiswa yang terhimpun dalam IMAWAR,” lanjut Luis.
Pencarian dana ini dilakukan dengan koordinasi dari berbagai pihak, termasuk mendapatkan izin dari kepolisian dan pemerintah daerah Kota Makassar. Dua titik sentral telah dipilih sebagai lokasi penggalangan dana, yaitu di lampu merah pintu pertama Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan di lampu merah jalan baru Antang. Di kedua titik ini, para mahasiswa berdiri di sisi jalan raya utama, mengumpulkan donasi dari setiap orang yang melintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Penggalangan dana ini bertujuan untuk meringankan penderitaan para korban kebakaran, terutama dalam menghadapi kebutuhan menjelang Idul Fitri. Dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada korban melalui nomor rekening donasi BRI 491401019293530 atas nama Rikha Waramori, yang dipercaya untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Aksi penggalangan dana ini dijadwalkan berakhir pada hari Minggu, 30 Maret 2025. Para mahasiswa IMAWAR berharap agar dana yang terkumpul dapat memberikan sedikit keringanan bagi saudara-saudara mereka yang terkena musibah. Sebagai bagian dari komunitas yang peduli, mereka berharap bisa memberikan dukungan yang berarti bagi korban kebakaran Pasar Urfas, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri yang penuh berkah.
Kegiatan ini juga menunjukkan betapa pentingnya solidaritas antarwarga, baik yang berada di daerah asal maupun di perantauan. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Waropen, baik yang ada di tanah kelahiran maupun yang merantau, membuktikan bahwa musibah yang menimpa sebagian orang bukan hanya menjadi duka bagi mereka, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh komunitas.