Solidaritas Tanpa Batas: Kemenag Kota Sawahlunto Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Musibah di Agam
Agam – Suara Anak Negeri
Dalam suasana duka yang masih menyelimuti masyarakat Kabupaten Agam pasca banjir, longsor, dan air bah yang melanda beberapa wilayah, Kementerian Agama Kota Sawahlunto hadir membawa secercah harapan. Di bawah kepemimpinan Dr. H. Dedi Wandra, keluarga besar Kemenag Kota Sawahlunto menggalang solidaritas kemanusiaan berupa donasi uang, sembako, pakaian layak pakai, dan sajadah yang dikumpulkan dari ASN dan keluarga besar Kemenag.
Sebanyak 40 paket sembako, ditambah air minum dus serta pakaian, telah diserahkan langsung oleh Kakankemenag Kota Sawahlunto, Dr. Dedi Wandra, yang didampingi Ketua DWP Kemenag Sawahlunto, Ny. Aisyah Dedi Wandra, Sabtu, 06 Desember 2025, di Kantor Wali Nagari Lawang.
Penyerahan berlangsung penuh keharuan dirasakan oleh perwakilan di lima nagari terdampak yakni, Nagari Baringin, Nagari Piladang/Duku, Nagari Sungai Taleh,
Nagari Lubuk Bangku, dan Nagari Talok.
Turut mendampingi Ka.Kankemenag dalam penyerahan bantuan tersebut : para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penyuluh, Penghulu, Tim Humas, serta sejumlah ASN Kemenag Kota Sawahlunto yang dengan penuh ketulusan mengantar langsung bantuan dari tangan ke tangan.
Dalam sambutannya, Dr. Dedi Wandra menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini bukan sekadar respons terhadap bencana, tetapi juga wujud nyata ajaran agama tentang kepedulian dan persaudaraan.
“Kita datang bukan hanya membawa paket sembako, tetapi membawa cinta dan kepedulian. Saudara-saudara kita di Agam sedang diuji, dan kewajiban kitalah untuk hadir, menguatkan, dan meringankan beban mereka. Semoga bantuan ini menjadi penyejuk di tengah luka, dan menjadi amal jariyah bagi seluruh insan Kemenag Kota Sawahlunto,”ujarnya penuh empati.
Ia juga menegaskan bahwa Kemenag tidak hanya hadir pada saat senang, tetapi justru harus berada di garda terdepan ketika masyarakat menghadapi masa-masa sulit. Nilai solidaritas inilah yang terus dihidupkan dalam keluarga besar Kemenag bahwa kemuliaan seseorang terletak pada sejauh mana ia memberi manfaat bagi sesama.
Sementara itu, Salman, tokoh masyarakat setempat yang merantau ke Sawahlunto, tidak mampu menyembunyikan rasa haru saat menerima bantuan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca ia berkata:
“Kami tidak menduga keluarga besar Kemenag Sawahlunto datang sejauh ini hanya untuk menguatkan kami. Bantuan ini bukan sekadar sembako, tetapi penghibur hati. Terima kasih sudah peduli, terima kasih sudah hadir di saat kami lemah. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat.”
Warga setempat menyambut rombongan Kemenag dengan penuh syukur. Banyak dari mereka masih berjuang mengumpulkan sisa-sisa harta benda yang terhempas arus. Dalam kondisi serba sulit, kedatangan rombongan Kemenag menjadi ibarat tangan langit yang memeluk mereka dengan kehangatan dan perhatian.
Aksi solidaritas ini sekaligus menunjukkan bahwa bencana bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang bagaimana manusia bangkit bersama. Perjalanan kemanusiaan Kemenag Kota Sawahlunto ke Agam menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak, jabatan, maupun batas administrasi. Ia mengalir sebagaimana air mata para korban, namun juga menguat sebagaimana doa yang mereka panjatkan.
Dengan langkah sederhana namun bermakna ini, Kemenag Kota Sawahlunto mengirim pesan kuat kepada seluruh masyarakat:
bahwa di tengah musibah, selalu ada saudara yang siap berdiri di sampingmu.
Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro