Stanislaus Kenjapluan: Komitmen Bangun Desa Lauran dari RT Menuju Kemandirian
Oleh: joko
Desa Lauran Fokus pada Lima Pembangunan Strategis Tahun 2025
http://suaraanaknegerinews.com | Lauran, 25 Juni 2025 — Dalam wawancara eksklusif bersama awak media Suara Anak Negeri News di Kantor Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kepala Desa Lauran, Stanislaus Kenjapluan membeberkan progres dan rencana pembangunan desa yang terangkum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025.
Menurutnya, tahun ini terdapat lima program pembangunan prioritas, dua di antaranya telah rampung melalui pencairan tahap pertama, sementara tiga lainnya masih menunggu tahap pencairan kedua.
Dua Kegiatan Selesai 100% di Tahap Pertama
Melalui pencairan dana tahap pertama, dua kegiatan berhasil diselesaikan yaitu Pembangunan jalan rabat beton di RT 1 dan Pembangunan lima unit penutup gorong-gorong.
“Dua proyek ini sudah selesai 100 persen. Kami libatkan warga setempat dan diawasi langsung oleh BPD,” ujar Stanislaus.
Tiga Proyek Menunggu Pencairan Dana Tahap Kedua
Tiga kegiatan berikutnya menunggu pencairan tahap kedua yang direncanakan paling lambat Agustus 2025 yaitu 1. Pembangunan Rumah Produksi Mangrove, Rp52 juta, 2. Pengembangan Wisata Mangrove – Rp200 juta dan 3. Pembukaan Lahan Baru – Rp40 juta.
“Tinggal menunggu transfer dana dari dinas keuangan ke rekening desa. SPJ tahap pertama sudah kami siapkan, salah satu syarat pencairan adalah pembentukan Koperasi Merah Putih, yang saat ini sedang dalam proses.” Jelasnya.

Pengembangan Mangrove: Dari Pelatihan ke Produksi
Program pembangunan rumah produksi mangrove dan wisata mangrove telah disahkan dalam APBDes 2025. Ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2022 saat desa mendapatkan bantuan alat pengolahan dan lahan 2 hektar dari Pemprov Maluku dan Kemendes RI.
“Buah mangrove kami sangat melimpah, dan kami sudah memiliki alat produksi serta pelatihannya. Tapi operasional belum bisa berjalan karena belum ada rumah produksi, hasil dari pengolahan ini nantinya ditargetkan menjadi produk unggulan desa, seperti jajanan lokal dan kopi berbahan mangrove.”ujarnya.
Pembukaan Lahan untuk Akses dan Pemukiman Baru
Rencana pembukaan lahan baru juga memiliki urgensi tinggi. Salah satu alasannya adalah untuk membuka akses jalan bagi sekitar 40 kepala keluarga yang kerap terisolasi saat ada kegiatan adat atau duka.
“Lahan baru ini penting agar warga tidak terisolir. Selain itu, ini juga selaras dengan program nasional 3 juta rumah dari Kementerian Perumahan RI, yang mensyaratkan akses jalan dan legalitas lahan,” tutur Stanislaus.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Keterlibatan Masyarakat
Pemerintah Desa Lauran aktif membangun komunikasi dengan Dinas PMD, Perikanan, dan Pertanian, khususnya untuk mendukung pengembangan potensi mangrove.
Dalam pelaksanaan program, keterlibatan BPD dan masyarakat sangat diutamakan. BPD terlibat langsung dalam pengawasan teknis, mulai dari kualitas bahan bangunan hingga titik lokasi pengerjaan.
“Warga RT 1 yang ikut terlibat juga sangat merasakan manfaat dari pembangunan jalan dan gorong-gorong,” jelasnya.

Pendataan dan Jumlah Penduduk Terbaru
Data sementara tahun 2024 menunjukkan jumlah penduduk Desa Lauran berkisar 3.750 jiwa, belum termasuk personel batalion. Data tahun 2025 masih dalam proses verifikasi masuk-keluar penduduk.
Suka Duka Menjadi Kepala Desa
Stanislaus tak menampik bahwa memimpin desa bukan perkara mudah, apalagi di tengah tantangan keuangan dan pencairan dana yang sering terlambat.
“Kadang orang lihat kepala desa itu enak, tapi kenyataannya kami menghadapi banyak tekanan. Apalagi saat dana cair telat, seperti di tahun 2021–2023 yang pencairannya baru masuk pertengahan tahun,” ungkapnya.
Namun, ia memilih tetap bersyukur atas amanah dan terus menjalankan tugas dengan semangat. “Saya percaya Tuhan tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan kita.”

Harapan Besar untuk Pemerintah Daerah
Stanislaus menyampaikan harapan kepada Bupati Kepulauan Tanimbar yang baru, agar bisa mendorong program “Membangun dari RT” dan meningkatkan alokasi Dana Desa (ADD).
“Kalau ADD bisa naik dari Rp600 juta ke Rp800 juta, maka pembangunan di tingkat RT akan lebih terasa dampaknya,” tegasnya.
Diakhir konfirmasinya Ia menyebut telah berkomunikasi dengan Badan Operasional Desa (BOD) untuk merancang program 2026 yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.