May 10, 2026

Karya Rika Anggraini

Di mimbar sunyi, janji bergema
Kata-kata manis, lisan merayu jiwa
Tangan terangkat, lambai semangat membara
Menabur benih harapan di ladang negara

Namun, bukan pidato sang raja
Bukan gertak pedang, bukan titah petinggi
Suara terhebat, jiwa merdeka
Tersimpan rapi di bilik sepi

Kotak Ajaib, terbuat dari kardus atau kayu
Di sanalah terukir sejarah baru
Bukan paksaan, bukan intervensi waktu
Hanya jari ungu dan hati yang tahu

Satu garis, satu centang, satu titik
Memilih wajah, memilih visi
Kekuatan rakyat, bukan intrik
Terbingkai dalam kebebasan nurani

Bak gemuruh ombak, datangnya tak terduga
Bilah-bilah suara membentuk arus besar
Dari desa terpencil hingga gedung megah perkasa
Setiap tetesnya adalah penentu benar

Suara nelayan, suara petani di sawah
Suara buruh pabrik, suara mahasiswa di kampus
Semua setara, tak ada yang lemah
Menuntut keadilan, menolak tiran yang rakus

Demokrasi, bukan sekadar janji di buku tua
Ia adalah napas yang dihirup setiap hari
Tanggung jawab besar, bukan sekadar pesta pora
Membutuhkan mata tajam dan hati yang berani

Dengarlah! Itu bukan deru mesin perang
Itu adalah bisikan suara sah, perhitungan akhir
Ia berbicara lantang, menembus dinding penghalang
Bahwa rakyatlah pemegang takdir

Jaga api ini agar tak pernah padam
Api kedaulatan yang dinyalakan bersama
Agar tak ada lagi malam yang kelam
Hanya fajar cerah milik kita semua

Padang ,21 Oktober 2025