May 10, 2026

Sukacita dan Damai Sejahtera Warnai Ibadah Minggu di GBI MILOS Saumlaki

Oleh : Joko

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 15 Juni 2025 — Suasana penuh kedamaian menyelimuti Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, saat umat menggelar ibadah Minggu pagi di tengah cuaca cerah berawan.

Ibadah diawali dengan puji-pujian yang dipandu oleh Ketua Misi Penginjilan GBI MILOS, Ibu Tine Luanmase.

Lagu-lagu penyembahan seperti “Ujilah Aku Tuhan”, “Aku Cinta Pada-Mu Tuhan”, “Kunyanyi Hosana”, hingga “Kau Layak Disembah”, mengajak jemaat mengarahkan hati untuk merasakan hadirat Tuhan.

Suasana ibadah semakin dalam saat jemaat bersama-sama menaikkan lagu-lagu penyembahan seperti “Terpuji Nama-Mu Tuhan”, “Terima Kasih Yesus”, dan “Hadirat-Mu Memenuhiku Tuhan”, membawa seluruh umat tenggelam dalam penyembahan yang khusyuk.

Doa pembukaan disampaikan oleh Ibu Gembala Annisa Lystia Andani/ Wahilaitwan yang memimpin jemaat mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama sepekan.

Dalam doanya, beliau juga menyerahkan seluruh jemaat, baik yang telah hadir maupun yang masih dalam perjalanan, ke dalam perlindungan Tuhan.

Kemeriahan ibadah dilanjutkan dengan tarian pujian sukacita, mengiringi lagu “Glory Glory Sang Raja”, yang membawa suasana sukacita melimpah di antara jemaat.

Lagu-lagu doa seperti “Ku Kagumi Cara-Mu Mencintaiku” dan “Yesus Baik” kembali dilantunkan, memperkuat suasana penyembahan yang intim dengan Tuhan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Evangelis Ir. Pieter Batilmurik yang mengajak jemaat untuk tetap bersukacita di segala situasi kehidupan, termasuk saat berada dalam titik terendah sekalipun.

“Dalam keadaan minus pun, Tuhan tetap menyelipkan sukacita bagi mereka yang berharap kepada-Nya,” ungkapnya.

Evangelis Pieter mengupas kebenaran Firman Tuhan dari Matius 15:1-20, menekankan pentingnya ketulusan hati di hadapan Allah.

“Tuhan melihat hati, bukan penampilan, harta, atau jabatan. Jangan sampai kita datang beribadah, tetapi hati kita masih jauh dari Tuhan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung peringatan dalam Yesaya 29:13, bahwa sampai hari ini masih ada pengaruh adat dan tradisi manusia yang dapat mengaburkan kemurnian Firman Tuhan di gereja.

“Kita harus mampu membedakan antara Allah yang sejati dan berhala duniawi,” lanjutnya mengutip Amsal 20:1 mengenai bahaya anggur yang menyesatkan pikiran.

Dalam khotbahnya, Ev. Pieter juga mengingatkan tentang kebutuhan lahir baru seperti pesan dalam Kisah Para Rasul 2:37, agar setiap orang percaya dapat memandang hidup ini dari sudut pandang kerajaan Allah.

Usai penyampaian Firman Tuhan, ibadah dilanjutkan dengan pengumpulan persembahan oleh para pelayan gereja.

Sekretaris Jemaat, Ibu Joice Jhulia Romroma, kemudian membacakan warta gereja untuk sepekan ke depan.

Di antaranya Menara Doa pada hari Selasa, Ibadah WBGI Rabu, Ibadah Komsel Kamis, Ibadah Kaum Muda Jumat, Ibadah Jemaat di rumah-rumah pada Sabtu, serta Ibadah Umum dan Sekolah Minggu di hari Minggu.

Gembala Sidang, Pdt. Helbert S. Wahilaitwan, menyampaikan beberapa program pelayanan gereja ke depan, seperti rencana Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tahun ini, pembentukan panitia Natal, program kunjungan bagi anak-anak Sekolah Minggu yang sakit, serta pelatihan rohani dan keterampilan untuk anak-anak SD.

Untuk pengembangan bakat musik, gereja juga akan mendatangkan pelatih dari luar daerah, serta mempersiapkan komunitas Wanita Cakap Berdampak (WCB).

Sebagai penutup, jemaat menyanyikan lagu pujian “Ajaib Tuhan”, yang mengungkapkan kebesaran dan keajaiban karya Allah dalam kehidupan umat-Nya.

Doa penutup kembali dinaikkan dengan harapan dan penguatan bagi seluruh jemaat, termasuk bagi mereka yang akan berangkat ke Ambon menggunakan KM Pangrango, jemaat di Lumasebu, serta panitia pembangunan gereja.

Dalam doanya, Gembala juga menyerahkan seluruh masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk Bupati Kepulauan Tanimbar beserta jajaran, agar diberi hikmat dalam menangani berbagai tantangan sosial seperti kemiskinan ekstrem yang masih dihadapi.

Tak lupa, doa dinaikkan agar setiap hambatan, penyesatan, dan gelap rohani dihancurkan dalam kuasa nama Tuhan Yesus.

Ibadah Minggu di GBI MILOS Saumlaki ini ditutup dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.

Seluruh jemaat pulang dengan hati yang dikuatkan dan diberkati, siap menghadapi hari-hari ke depan dengan iman dan pengharapan baru.