Sukacita Ibadah Minggu di GBI Milos Saumlaki: Suara Pujian Menggema di Tanimbar Selatan
Oleh : joko
Dari Mimbar ke Hati Jemaat: Pesan Kesetiaan dalam Ibadah Minggu GBI Milos
Pdt. Heberth S. Wahilaitwan mengajak jemaat meneguhkan komitmen hidup setia kepada Tuhan, dari doa hingga ramah tamah, setiap momen memancarkan kebersamaan dan kasih persaudaraan.
http://suaraanaknegerinews.co. | Saumlaki, Tanimbar Selatan —
Minggu pagi, 10 Agustus 2025, udara Saumlaki masih lembut disapu angin laut ketika langkah-langkah jemaat memasuki Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos).
Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, tepat di belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, bangunan gereja ini pagi itu memantulkan cahaya matahari keemasan, seolah menyambut setiap hati yang datang dengan kerinduan beribadah.

Awal yang Penuh Syukur
Suasana hening menyelimuti ruang ibadah ketika Ibu Joice Jhulia Romroma, Sekretaris Jemaat GBI Milos, berdiri di depan mimbar. Dengan suara tenang dan penuh penghayatan, ia memimpin jemaat menundukkan kepala.
“Inilah kami, Tuhan. Layakkan kami, sucikan hati dan pikiran kami,” doanya membuka pintu hati semua yang hadir.
Pujian pun mengalun. Jemaat bersatu dalam lagu Yesus Kau Sungguh Baik dan Sebab Kau Layak Terima Pujian. Lantunan syair itu seperti menembus dinding, mengalir bebas ke langit Tanimbar.

Doa dan Pujian yang Menguatkan
Evangelis Haris Boritnaban, S.Th., melanjutkan dengan doa yang penuh penguatan bagi jemaat yang tengah bimbang dan berbeban. Jemaat menanggapi dengan kata “Amin” yang menggaung serempak.
Tarian pujian gembira kembali dipimpin oleh Ibu Joice, diiringi lagu-lagu sukacita seperti Nyanyi Glori Bagi Sang Raja. Setiap bait terasa menjadi jembatan antara pergumulan hidup dan harapan yang diperbarui.

Pesan Firman: Setia dalam Segala Keadaan
Gembala Sidang Jemaat Milos, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, setelah memberkati anak-anak sekolah minggu, berdiri di mimbar untuk menyampaikan khotbah. Mengutip 2 Timotius 2:11-13, beliau menegaskan bahwa kesetiaan adalah mahkota bagi setiap anak Tuhan, bahkan ketika dunia menawarkan godaan.
“Lebih baik hidup sendiri bersama Tuhan, daripada banyak orang tapi hati jauh dari Tuhan,” tegasnya, disambut tatapan penuh renungan dari jemaat.
Ia mengingatkan, baptisan adalah penguburan dosa, iman harus diiringi perbuatan, dan kesetiaan akan membawa jemaat melewati kesengsaraan menuju keselamatan sejati.

Penutup Penuh Kasih
Doa penutup khotbah kembali mengajak jemaat menanggalkan beban dunia. Lagu Yesus Jamah Semua Hidupku menjadi iringan lembut yang memeluk batin setiap hati.
Evangelis Ir. Pieter Batilmurik memimpin doa persembahan, dilanjutkan oleh Pelayan Tuhan Marten Batmanlussy.
Informasi kegiatan gereja selama sepekan diumumkan, termasuk rencana ibadah minggu depan di Pantai Weluan yang akan bertepatan dengan peringatan Proklamasi 17 Agustus.

Damai yang Dibawa Pulang
Sebelum jemaat berpisah, Pdt. Heberth memimpin doa berkat damai sejahtera. Lagu Bapa Terimakasih menjadi penutup resmi ibadah.
Namun, suasana hangat terus berlanjut di halaman gereja, jemaat berjabat tangan, berfoto bersama, dan berbagi snack ringan.
Sukacita itu bukan hanya terdengar dalam pujian, tetapi terlihat dalam senyum dan pelukan persaudaraan.