Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Tari Galombang Sambut Kehormatan : MAN Sawahlunto Menyongsong Tamu Trengganu Malaysia dengan Keanggunan Budaya

Sawahlunto — Ahad, 30 November 2025.

Di kota yang pernah bergema oleh dentang sejarah tambang batu bara, sore itu udara penuh dengan getaran budaya dan persahabatan. MAN Kota Sawahlunto menerima kedatangan 55 tamu kehormatan dari Pergerakan Putri Islam Perhubungan Negeri Trengganu Malaysia, sebuah momentum lintas negeri yang memupuk jejaring ukhuwah dan pendidikan antarbangsa.

Rombongan dipimpin oleh Mohmd Azmi bin Abdul Azis, Presiden Homsty Trengganu Malaysia, serta Hajjah Noorehan binti Sulong, Ketua Pergerakan Putri Islam Negeri Trengganu Malaysia. Jejak langkah mereka disambut hamparan senyum, harap, dan persembahan budaya: Tari Galombang mahakarya gerak Minangkabau yang memuliakan tamu bak raja.

Galombang Mengalun, Persahabatan Terjalin

Di halaman MAN Sawahlunto, udara bergetar oleh talempong, seruling, dan gendang yang memanggil jiwa masa lalu. Penari-penari muda Sanggar Tari Sakato Rantak Arang MAN Sawahlunto, di bawah asuhan Guru SBK Musriyeni, melangkah anggun dalam formasi yang rapat dan penuh makna.

Bersama denting musik tradisi, tampillah silat pembuka, pembawa carano berisi sirih sebagai lambang kesantunan Minang, serta rangkaian gerak Tari Galombang yang menggulung, menyambut, sekaligus menghormati. Penampilan itu memukau seluruh tamu, seolah menghadirkan kembali ruh keramahtamahan Ranah Minang yang tiada lekang dimakan zaman.

Rombongan Malaysia tampak terpesona; beberapa bahkan berkaca-kaca menyaksikan bagaimana budaya menjadi bahasa universal pemersatu hati.

Sambutan Kehormatan Para Pemimpin Kota Edukasi

Kedatangan tamu negara tetangga itu disambut langsung oleh jajaran pimpinan Kota Sawahlunto dan Kementerian Agama:

Dr. Dedi Wandra Kepala Kemenag Kota Sawahlunto

Hj. Aisyah Dedi Wandra Ketua DWP Kemenag

Mustatir Kasubbag TU

Syafruddin Kasi Penmad

Camat Barangin

Kepala Desa Kasi

Kepala KUA

Para Kepala Madrasah

Pengurus Komite MAN Kota Sawahlunto

Kehadiran mereka menegaskan bahwa diplomasi budaya bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan emas yang mempertemukan dua negeri dalam semangat saling belajar dan membangun.

Kesan Tamu: Terharu dan Tersanjung

Dalam wawancara singkat, Hajjah Noorehan binti Sulong menyampaikan kekaguman mendalam:

”Kami terasa amat dihargai. Sambutan ini begitu indah, begitu beradab, dan kami dapat merasakan kehangatan masyarakat Sawahlunto. Tari Galombang ini bukan sekadar tarian, tapi bahasa hati yang menyentuh jiwa kami. Terima kasih atas kemuliaan sambutannya.”

Presiden Homsty Trengganu, Mohmd Azmi bin Abdul Azis, juga menambahkan apresiasi:

”Kerjasama ini adalah awal yang baik. Semoga hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Trengganu dan Sawahlunto semakin erat di masa hadapan.”

Harapan MAN Sawahlunto

Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro, menyampaikan sambutan penuh visi:

”Kedatangan tamu dari Trengganu ini bukan hanya kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga momentum memperluas cakrawala pendidikan siswa kami. Kami berharap hubungan ini berlanjut dalam bentuk pertukaran budaya, dialog pendidikan, dan program kolaboratif yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.”

Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi rumah yang ramah bagi siapa pun tempat di mana ilmu, budaya, dan persaudaraan bersilangan membangun masa depan yang lebih beradab.

Jejak yang Menjadi Sejarah

Hari itu, Sawahlunto tidak hanya menyambut tamu. Ia menulis sejarah:

bahwa sebuah madrasah di kota tambang dapat berdiri sebagai duta budaya,

bahwa anak-anak muda dapat menjadi penjaga marwah adat,

dan bahwa persahabatan dua negeri dapat bermula dari sejumput gerak tari yang mengagumkan.

Tari Galombang telah menorehkan gelombang baru gelombang persaudaraan, penghormatan, dan harapan untuk masa depan yang saling menguatkan.