Tawa atau Tangis
Yusufachmad Bilintention
Jika harus memilih antara bumi dan langit,
Maka kaki tetap berpijak di tanah,
Bukan karena langit tak indah,
Namun bumi menyimpan luka dan berkah.
Meski tangis ini pecah di dada,
Tawa terpendam dalam sengit rasa,
Perang batin antara suka dan duka,
Tawa kadang hadir saat hati merana.
Tangis pun menyeruak di tengah bahagia,
Seperti hujan di musim cerah,
Karena rasa tak selalu tunduk pada logika,
Ia menari di antara harap dan pasrah.
Bila bayi menangis dengan tanda tanya,
Jawaban mengambang di langit jiwa,
Namun bila si mati tertawa dalam diam,
Itulah jawaban pasti untuk hari kelam.
Saintren, Februari 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly