April 17, 2026

Tindakan Kasih Lebih Berharga dari Kata-Kata: Pesan Pastor Pius dari Lauran

Oleh: joko

“Dosamu Telah Diampuni”: Pastor Pius Ajak Umat Tanimbar Bangun Relasi Cinta dengan Tuhan

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 18 September 2025 – Di tengah semilir angin sore Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, suara Pastor Pius Heljanan, MSC, menggema lembut namun tegas di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran. Dalam renungannya, ia menyampaikan pesan penuh makna yang menyentuh hati banyak umat: kasih yang nyata jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata atau rutinitas doa.

Mengutip Injil Lukas 7:36-50, Pastor Pius menyoroti kisah seorang perempuan berdosa yang membasuh kaki Yesus dengan air mata, mengeringkannya dengan rambut, dan meminyakinya dengan minyak wangi. “Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih,” ujarnya, menekankan bahwa pengampunan Tuhan bukan hanya soal doa dan keyakinan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan kasih yang nyata.

Kasih Sebagai Jembatan Menuju Tuhan

Pastor Pius mengingatkan, banyak umat berpikir bahwa percaya, rajin berdoa, ibadat, atau menghadiri misa sudah cukup untuk menjamin keselamatan. Namun, menurutnya, tindakan kasih adalah jembatan penting yang menghubungkan manusia dengan Tuhan.

“Menyesali dosa, mengakuinya dengan jujur, dan melakukan perbuatan kasih adalah jalan membangun relasi cinta dengan Tuhan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap orang adalah pendosa yang dipanggil untuk bangkit dan mencari Tuhan. Melalui perbuatan baik, kasih, dan ketulusan hati, umat akan mendengar sapaan penuh belas kasih: “Dosamu telah diampuni. Pergilah dengan selamat.”

Pesan Harapan Bagi Umat Tanimbar

Suasana hening menyelimuti gereja saat umat merenungkan pesan itu. Bagi banyak orang di Kepulauan Tanimbar, pesan Pastor Pius bukan sekadar renungan, melainkan ajakan untuk bertindak nyata di tengah kehidupan sehari-hari—baik dalam keluarga, komunitas, maupun pelayanan sosial.

Pastor Pius menutup pesannya dengan harapan agar umat Katolik Tanimbar tidak hanya berhenti pada kata-kata dan doa, tetapi juga bergerak melakukan kasih. “Tuhan memandang hati kita, bukan sekadar ritual,” katanya, memberi penegasan bahwa kasih yang diwujudkan akan mendekatkan setiap orang pada Sang Pencipta.