Tingkatkan Pemahaman Pembelajaran Abad 21 : Tenaga Pendidik MAN Kota Sawahlunto Dapat Percikan Ilmu dari Tim Dosen UIN SMJ Bukittinggi
SAWAHLUNTO, 29 September 2025 Di tengah semilir angin pagi yang mengusap lembut perbukitan Kota Sawahlunto, aroma\ semangat dan harapan menyatu dalam kegiatan yang sarat makna di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Pada hari Senin 29/09 yang penuh cahaya ini, madrasah yang dikenal sebagai garda depan pendidikan berbasis nilai Islam itu menggelar sebuah kegiatan istimewa: Workshop Pembelajaran Abad ke-21 (Model, Media, dan Evaluasi Pembelajaran).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bertukar ilmu, tetapi juga menjadi jembatan penguat sinergi antara institusi pendidikan menengah dengan perguruan tinggi. Hadir sebagai narasumber utama, tim dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan ketua Tim Dr. Arifmiboy dan anggota Dr. H. Darul Ilmi, S.Ag, M.Pd, Dr. Charles, S.Ag, M.Pd.I, Drs. Alimin, M.Pd.I yang dikenal dengan kiprah akademik dan dedikasi keilmuan mereka di ranah pendidikan modern.
Mengusung tema besar tentang pembelajaran abad ke-21, workshop ini menjadi momentum reflektif dan transformatif bagi para pendidik di MAN Kota Sawahlunto. Tidak hanya sekadar mengeja ulang teori, para peserta diajak menyelami lanskap pedagogi yang kini terus berevolusi dari pendekatan berbasis guru ke pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dari papan tulis ke layar digital, dari evaluasi berbasis angka ke asesmen autentik yang manusiawi.
Ketua Tim Dr. Arifmiboydalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membekali guru-guru dengan kemampuan adaptif dan inovatif di tengah tantangan zaman.
“Pendidikan hari ini bukan lagi tentang mengajarkan apa yang harus dipelajari, tetapi bagaimana peserta didik bisa terus belajar meski di luar ruang kelas. Di sinilah pentingnya model pembelajaran yang kontekstual, media yang interaktif, dan evaluasi yang mendalam,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dosen-dosen dari UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi hadir tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai rekan sejawat dalam dialog ilmiah yang hangat dan bernas. Darul Ilmi salah satu pemateri, memaparkan pentingnya peran guru sebagai fasilitator kreatif yang mampu menghadirkan ruang belajar yang kolaboratif dan transformatif dengan Materi pemakaian AI dalam pembelajaran.
“Abad ke-21 menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi. Kita harus membangun ekosistem pembelajaran yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Itu semua harus kita tanamkan sejak dini melalui metode dan pendekatan yang tepat,” tegasnya di hadapan para peserta.
Materi workshop terbagi ke dalam tiga sesi utama: pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pembelajaran inovatif, pemanfaatan media digital interaktif, serta pendekatan evaluasi yang bersifat formatif dan berorientasi pada karakter. Setiap sesi berlangsung dalam nuansa diskusi yang hidup, sarat dengan pertanyaan kritis, berbagi praktik baik, dan refleksi mendalam dari para guru.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro , dalam menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti di ruang workshop semata, tetapi menjadi mata air pembaruan dalam praktik mengajar sehari-hari.
“Kita ingin madrasah ini tidak hanya menjadi tempat mengajar, tetapi menjadi taman ilmu yang menumbuhkan. Setiap guru adalah pelita, dan dengan pembekalan hari ini, semoga cahaya itu makin terang untuk menerangi masa depan anak-anak kita,” tutur Dafril
Akhir kata, kegiatan ini bukan sekadar agenda , tetapi sebuah tonggak perjalanan menuju pembelajaran yang lebih bermakna dan manusiawi. MAN Kota Sawahlunto, dalam sinergi dengan UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi, telah menulis satu babak penting dalam upaya membumikan pendidikan abad ke-21 di tanah yang kaya sejarah dan budaya ini.