Tuhan, Izinkan Aku
Pipiet Senja
Melangkah jalan sunyi penuh dukakara
Hati pilu merintih Mencari secercah cahaya
Tuhan, dengarkanlah doaku
Izinkan aku merintih Munajat kisah nestapa
diiringi air mata
Berkali kucoba terbang
Menuju kejauhan
Namun rintangan menghadang Menghalangi langkahku
Ingin kulari
bebas
Tanpa batas dan tujuan
Namun badai menerjang Mengoyak raga dan jiwaku
Oh, Tuhan izinkan aku menangis dan merintih Menumpahkan semua duka yang membebani jiwa
Tubuhku lemah lunglai dibalut rasa sakit
Hatiku perih terluka
Dihantui bayang-bayang kelam
Waktu terus berjalan
Tak peduli keluh kesahku
Hanya doa dan pinta
yang bisa kuhaturkan pada-Mu
Oh Tuhan, izinkan aku menangis dan merintih Menumpahkan semua duka yang membebani jiwa
Ke mana aku harus pergi? Membawa luka dan derita ini?
Siapakah yang mau dengar?
Kisah pilu dan lara ini
Oh Tuhan izinkan aku menangis dan merintih Menumpahkan semua duka yang membebani jiwa
Malam semakin kelam Menyelimuti dunia
Hamba berbisik doa
Memohon ampunan-Mu Sebelum raga ini tiada
Izinkan aku menyelesaikan cerita
Untuk anak manusia yang terpinggirkan dan terlupakan
Tuhan, ampuni hamba-Mu ini yang penuh dosa dan khilaf
Izinkan aku kembali ke jalan-Mu yang lurus
RSUI, 1445 Hijriyah