April 24, 2026

Pipiet Senja

Melangkah jalan sunyi penuh dukakara
Hati pilu merintih Mencari secercah cahaya

Tuhan, dengarkanlah doaku
Izinkan aku merintih Munajat kisah nestapa
diiringi air mata

Berkali kucoba terbang
Menuju kejauhan
Namun rintangan menghadang Menghalangi langkahku
Ingin kulari
bebas
Tanpa batas dan tujuan
Namun badai menerjang Mengoyak raga dan jiwaku

Oh, Tuhan izinkan aku menangis dan merintih Menumpahkan semua duka yang membebani jiwa
Tubuhku lemah lunglai dibalut rasa sakit
Hatiku perih terluka
Dihantui bayang-bayang kelam
Waktu terus berjalan
Tak peduli keluh kesahku
Hanya doa dan pinta
yang bisa kuhaturkan pada-Mu

Oh Tuhan, izinkan aku menangis dan merintih Menumpahkan semua duka yang membebani jiwa
Ke mana aku harus pergi? Membawa luka dan derita ini?
Siapakah yang mau dengar?
Kisah pilu dan lara ini

Oh Tuhan izinkan aku menangis dan merintih Menumpahkan semua duka yang membebani jiwa

Malam semakin kelam Menyelimuti dunia
Hamba berbisik doa
Memohon ampunan-Mu Sebelum raga ini tiada
Izinkan aku menyelesaikan cerita
Untuk anak manusia yang terpinggirkan dan terlupakan

Tuhan, ampuni hamba-Mu ini yang penuh dosa dan khilaf
Izinkan aku kembali ke jalan-Mu yang lurus

RSUI, 1445 Hijriyah