April 18, 2026

Oleh Pipiet Senja

Mamay, kudengar kabar tentang kepergianmu dari grup Popti Depok. Saya lagi di klinik Thallasemia RSUI. Ada masalah dengan mata, kepala dan tensi selain sakit bawaan seumur hidup kita.

Agaknya fakta, penyintas Thallasemia harus menanggung segala komorbid sebagai efek sering transfusi.

Pasca pengangkatan limpa dan kandung empedu, saya komplikasi: kardiomegali, DM, hypertensi, gerd lambung, ashma bronchiale dan osteperosis.

Kabarnya Mamay pun sudah komplikasi lever terganggu.

Iya ini angkatan perdana thaller RSCM. Kutahu yang sudah tiada al. Ade, Intan, Mamay, Nur….
Padahal saya Thaller tertua.

Kami kenal sejak pasca Reformasi, 2000. Mamay sering membantuku urusan administrasi. Formulir darah dan ceklab. Mamay termuda saat itu, imut-imut dan ramah menyenangkan.

Selamat jalan sayangku sahabat terbaik. Engkau tidak merasakan sakit lagi kini. Telah terbebas dari segala komplikasi sebagaimana diderita oleh para penyintas Thallasemia.

Selamat jalan Mamay solehah. Semoga husnul khotimah dan JannahNya menjadi tempatmu. Sampai jumpa kelak jika tiba waktuku.

Maafkan, saya tak bisa mengantarmu ke peristirahatan terakhir. Semoga suatu hari bisa ziarah ke makammu di Ciseeng.

Asal dariNya kembali kepadaNya. Semesta Doa untukmu, wahai pejuang kehidupan.
Al Fatihah.