UNCRI Manokwari Gelar Kuliah Umum Bahas Dinamika Hutan Adat Papua
Laporan Milton De Holet
–
Manokwari, 8 September 2025 – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari menggelar kuliah umum bertema “Dinamika Hutan Adat Papua dan Tantangannya” pada Senin sore (8/9). Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Antoni Ungirwalu, S.Hut., M.Sc. bertempat di Aula UNCRI dan dihadiri oleh mahasiswa lintas program studi serta jajaran dosen dan staf akademik.

Dalam kuliahnya, Prof. Antoni membedah berbagai persoalan yang membayangi eksistensi hutan adat di Papua, mulai dari tumpang tindih regulasi, konflik lahan, hingga tekanan dari ekspansi industri ekstraktif.
Ia menyoroti bahwa meskipun hutan adat telah mendapat pengakuan hukum dalam sejumlah regulasi nasional, implementasinya di lapangan masih menghadapi banyak tantangan, terutama terkait dengan pemetaan wilayah adat dan perlindungan hak masyarakat lokal.
Diskusi berlangsung dinamis, dengan banyak mahasiswa mengangkat pertanyaan seputar peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan keterlibatan kampus dalam riset-riset lokal.
“Isu hutan adat bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menyangkut hak asasi, identitas, dan masa depan masyarakat adat Papua,” ujar Prof. Antoni dalam paparannya.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari agenda rutin UNCRI yang bertujuan membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu kritis di Tanah Papua, khususnya yang menyangkut sumber daya alam dan masyarakat adat.
Profil Singkat Prof. Dr. Antoni Ungirwalu
Prof. Antoni Ungirwalu merupakan akademisi di bidang kehutanan dengan latar belakang pendidikan dari tiga jenjang berbeda. Ia menyelesaikan studi Sarjana Kehutanan di Universitas Papua, sebelum melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2 dan S3) di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan fokus pada pengelolaan sumber daya alam dan kehutanan berkelanjutan.

Saat ini, ia tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Kehutanan Universitas Papua. Selain mengajar, ia aktif dalam riset dan advokasi terkait pengelolaan hutan berbasis masyarakat serta pengakuan hutan adat di wilayah timur Indonesia.