Wajah Gereja Tua Atubulda dan Mimpi Gereja Baru
Mimpi Gereja Baru Atubulda, Gereja Santo Mickhael Yang Mulai Dibangun 2025
Kampungku nun jauh di sebuah desa terpencil bernama Atubulda, Mpase Sepan. Kala gereja lama di masa kami waktu kecil di tahun 1970-an merupakan gereja megah di pesisir timur pulau Yamdena terutama di kalangan gereja-gereja katolik.
Kini di tahun 2024, oleh umat kampungku bermimpi memiliki gereja baru mengingat gereja yang dulunya dianggap megah kini telah dimakan usia. Seingat saya, gereja Santo Mickhael ditahbiskan pada tahun 1977.

Gereja yang kini telah mencapai usia 47 tahun menjadi memory bagi kami generasi kala itu, menyaksikan bagaimana para tua-tua adat dengan kapak yang sangat sederhana digunakan menebang pohon kayu merbau/ kayu besi di hutan Atubul demi gerejanya.
Hampir 50 tahun, generasi Z kampungku bermimpi memiliki gereja baru setelah disemangati oleh Mgr. Seno Ngutra, Uskup Keuskupan Amboina dan Putera Atubul Pastor Paul Kalkoy yang dengan penuh semangat mendorong berdirinya gereja baru dari hutan Atubulda dengan kayu “Torem” kayu langka di dunia yang di Indonesia hanya tumbuh di bumi Duan-Lolat, Tanimbar.
Mimpi itu mulai nampak dengan akan dilaksanakan peletakkan batu pertama oleh Mgr. Seno Ngutra pada akhir Desember 2024. Semangat seluruh warga Atubul di mana saja, mari kita dukung pembangunan gereja baru kita sebuah mimpi masyarakat kampung halaman kita Atubulda.
Setitik sumbangan sangat berarti bagi gereja baru kita yang peletakkan batu pertama akan dilaksanakan di akhir tahun 2024 dan pembangunan akan segera dilaksanakan mulai tahun 2025.
Selamat Natal dan Tahun Baru, Damai Natal Menyertai Atubul Mpase Sepan kampung halaman kita.
Paulus Lilyak Aresyaman