May 3, 2026

“Waropen Bangun dari Akar: Mubes Adat IV Tegaskan Pembangunan Dimulai dari Keret dan Kampung”

Laporan Paulus Laratmase

Waropen, 3 November 2025 — Kabupaten Waropen bersiap menyambut momentum bersejarah dengan digelarnya Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Adat Waropen Ke-IV pada tanggal 12–15 November 2025. Acara ini mengusung tema besar “Masyarakat Adat Waropen dan Penegakkan Hak-Hak Dasar Menuju Waropen Baru” dengan sub tema yang menggugah: “Menata Diri Mulai dari Keret dan Membangun Mulai dari Kampung.”

Mubes Adat keempat ini menjadi tonggak penting di bawah kepemimpinan Bupati Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si dan Wakil Bupati Yoel Boari, yang baru memasuki tahun pertama masa jabatan mereka. Gagasan utama yang diangkat dalam Mubes kali ini menegaskan arah pembangunan Waropen yang bertumpu pada kekuatan identitas adat dan kearifan lokal.

Menurut Bupati Drs. F.X. Mote, M.Si, konsep keret menjadi dasar utama dalam memahami struktur sosial masyarakat Waropen. “Keret merupakan kumpulan beberapa marga yang memiliki ikatan gen karena berasal dari satu garis keturunan,” jelasnya. Dari pemahaman antropologis inilah, arah pembangunan Waropen diarahkan untuk bertolak dari akar sosial-budaya masyarakat sendiri.

Bupati Mote menambahkan bahwa visi dan misi pemerintahannya lima tahun ke depan menitikberatkan pembangunan yang dimulai dari kampung. “Untuk itu, Musyawarah Besar Masyarakat Adat Waropen Ke-IV memiliki sub tema yang lebih spesifik: Menata Diri Mulai Dari Keret dan Membangun Mulai Dari Kampung. Ini berarti, pembangunan kita mulai dari unit sosial terkecil yang paling memahami dirinya sendiri,” ujar Mote menegaskan.

Dalam forum besar yang akan melibatkan para tokoh adat, gereja, dan pemerintah kampung ini, Mubes diharapkan dapat merumuskan data konkret tentang jumlah marga dan keret yang membentuk sebuah kampung, sekaligus memahami relasi sosial, ekonomi, dan budaya yang hidup di dalamnya. “Ikatan kultur dari garis keturunan yang sama akan memudahkan perencanaan kampung yang berangkat dari kondisi riil masyarakat itu sendiri,” tambah Bupati Mote.

Lebih jauh, hasil sintesa dari Mubes ini juga diharapkan mampu memperjelas peta sosial Waropen: mulai dari struktur keret dalam satu kampung, relasi sosiologis antarwarga, mata pencaharian, hingga hubungan antara kampung, gereja, dan pemerintah lokal. Semua elemen ini nantinya akan menjadi fondasi konseptual bagi kebijakan pembangunan daerah yang benar-benar berpihak kepada masyarakat adat.

“Apabila ikatan-ikatan sosio-antropologis Masyarakat Adat Waropen telah dirumuskan mulai dari keret hingga kampung dalam sistem kepemimpinan yang jelas, maka secara hirarkis konsep pembangunan bottom up dari kampung akan terakomodir dalam setiap program pembangunan melalui APBD dan APBDes,” tutup Bupati Drs. F.X. Mote optimistis.

Mubes Adat Waropen Ke-IV menjadi momen strategis untuk memastikan bahwa arah pembangunan Waropen benar-benar berpijak dari tanah, darah, dan akar identitas masyarakatnya sendiri dari keret, dari kampung, dari hati Masyarakat Adat Waropen.