April 17, 2026
Arsiya Oganara di jalan Braga Bandung. (Foto: Istimewa)

Arsiya Oganara di jalan Braga Bandung. (Foto: Istimewa)

Traveler Arsiya Oganara*

(Bagian kesatu dari tiga)

Suaraanaknegerinews. com -Braga, kata ini merupakan bahasa Sunda, artinya ngabaraga. Jika kita terjemahkan bisa berarti mejeng atau kongkow. Jalan Braga termasuk jalan utama di kota Bandung ibukota Jawa Barat. Saya berjalan kaki menelusuri jalan dengan jarak tempuh kurang dari dua kilometer pada hari Senin, 6 Januari 2025.

Jalan Braga termasuk ikon kota Bandung bernuansa klasik dengan ciri khas art deco bangunan peninggalan Hindia Belanda. Dahulu, sebutan lainnya Jalan Culik karena situasi menyeramkan dengan beberapa pohon besar dan rawan saat malam gelap gulita. Juga dikenal Jalan Pedati / Pedatiweg atau Karrenweg merupakan jalan tanah saat hujan berlumpur dan saat musim panas berdebu.

Jika kita menelusuri jalan Braga tepatnya dari jalan Naripan, jalan ini satu arah. Tiba di simpang empat, sebelah kanan terdapat Le Braga atau Area Lukis Braga (ALB) atau Rumah Kreasi 15. Le Braga bangunan warna putih berlantai dua merupakan perpaduan pameran lukisan, ruang kreasi dan inovasi bagi seniman juga café.

Saat saya berkunjung sedang berlangsung pameran Heritage & Future mengenai sejarah masa lalu dan masa kini terkait harapan masa depang yang berhubungan dengan teknologi.

Ruang terbuka di lantai dua menjadi tempat yang pas untuk melihat kesibukan jalan Braga serta bersantai di sore hari, kemudian dilanjutkan dengan menikmati indahnya jalan Braga pada malamnya.

Arsiya Oganara. (Foto: Istimewa)
Arsiya Oganara. (Foto: Istimewa)

Diseberang kanan ada Sarinah bedekatan dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB. Tulisan Braga dengan huruf sebesar orang dewasa dan berjarak warna putih dipadukan warna merah disetiap sisinya menambah indah saat kita berfoto.

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN Nusantara) Antara Biro Jawa Barat ada di sebelah kiri jalan Naripan.

Jika kita masih lusus ke jalan Naripan, kita bisa berkunjug ke Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) dibawah bianaan Yayasan Pusat Kebudayaan Disparekraf provinsi Jawa Barat, saat ini masih renovasi sejak November 2024.

GPK digunakan untuk latihan dan pameran serta tersedia juga runag pertunjukan. Gedung ini merupakan cagar budaya.

Bagi yang suka horror dan penuh tantangan bisa coba Rumah Hantu Braga, bangunan ini sudah tidak difungsikan lagi tak kurang dari 30 tahun. Tantangan bisa dilakukan pada hari Senin-Kamis pukul 13.30-22.00 WIB, hari Jum’at pukul 14.00-23.00 WIB dan hari Sabtu-Minggu/hari libur pukul 13.00-23.00 WIB. Harga tiket 35ribu per orang.

Arsiya Oganara di Toko Roti Sumber Hidangan, jalan Braga. (Foto: lstimewa)
Arsiya Oganara di Toko Roti Sumber Hidangan, jalan Braga. (Foto: lstimewa)

Tak begitu jauh dari Rumah Hantu Braga kita akan sampai pada Toko Roti Sumber Hidangan “Sunshine bread, fresh quality, white bread, the old way. Baked refreshment way” tertulis papan ukuran besar sebelah kiri pintu masuk. Sumber Hidangan telah melakukan aktifitasnya sejak zaman kolonial Belanda dan mencapai puncak pada tahun 1929.

Kita bisa menikmati roti legendaris ditemani nuansa tempo doeloe. Ruangan dominan warna coklat dan putih serta beberapa karyawan lanjut usia menambah kesan klasik.

Bisa kita lihat dan rasakan suasana interior yang masih dipertahankan dan terawat dengan baik dari pertama operasional hingga kini. Peralatan membuat roti seperti mixer ukuran besar dipajang di beberapa titik, ada juga blender berukuran besar serta mesin kasir kuno.  Lemari kaca tembus pandang setinggi dada orang dewasa untuk tempat meletakkan roti. Jam buka setip hari mulai 09.30 – 15.30 WIB.

Kemudian, kunjungan kita lanjutkan ke Grace Christianiti & Elia Yoesman Art atau GREY, lebih dikenal dengan nama Grey Art Gallery yang diresmikan pada Februari 2023.Menempati Gedung N.V. Hellerman yang dibangun pada tahun 1930 yang berfungsi untuk pertokoan, merupakan toko pertama di Bragaweg yang dibuka pada tahun 1894.

Pada masa Jepang, lantai dua gedung pernah menjadi rumah darurat anak dan istri arsitek Wolf Schumaker. Ini merupakan bangunan cagar budaya, Perda Kota Bandung No. 7 tahun 2018.

Dua tema yang bisai kita saksikan, Redmiller dan karya seni interakrif. Jam operasional hari kerja 10.00 – 20.00 WIB. Tiket Grey Art Gallery 25 ribu rupiah per orang.

Populair Hostel “The cheapest quality Hostel in Town” berada di lantai dua dan tiga serta rooftop tempat menikmati sajian menu dari Jepang. Bangunan warna abu-abu muda dengan tangga menuju lantai tiga berwarna meran menambah elegan tempat ini. Di lobi terdapat lukisan kepala Wayang Golek Cepot berwajah merah dengan ciri khas gigi bawah cuma satu,  terdapat tulisan dibawahnya silih asah, asih, dan asuh.

Hostel bersih dengan kamar mandi di luar. Tersedia dua tipe kamar, pertama private ada lima kamar dengan harga 170 ribu rupiah pada hari kerja dan 200 ribu rupiah pada hari Sabtu-Minggu. Kedua, tipe dormitory khusus Wanita dengan harga 60 ribu rupiah pada hari kerja dan 75 ribu rupiah pada hari Sabtu-Minggu.

Dormitory khusus pria dengan harga 75 ribu rupiah pada hari kerja dan 90 ribu rupiah pada hari Sabtu-Minggu. Hostel ini sudah dua kali ganti nama dan pemilik yaitu Chezhbon dan reddoorzs.

Pencinta barang antik bisa menambah koleksinya dengan mengunjungi Sin Sin Antique Shop since 1943. Braga City Walk tempat pencinta belanja dengan nuansa kekinian. (Bersambung ke bagian kedua).

*Profil Penulis:

Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling. Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten serta Professional Tourist Guide dan Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.

Saat ini mulai merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, puisi, puisi esai, dan lainnya.

Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.