“Ilusi yang Dipahat oleh Sunyi”: Sebuah Refleksi Filsafat dan Psikologi dalam Puisi Cinta Era Nurza
Oleh:Paulus Laratmase - Puisi “Ilusi” karya Era Nurza membuka jendela batin yang remuk dalam perjalanan cinta yang tampaknya nyata, namun ternyata...
Oleh:Paulus Laratmase - Puisi “Ilusi” karya Era Nurza membuka jendela batin yang remuk dalam perjalanan cinta yang tampaknya nyata, namun ternyata...
Oleh : Eka Teresia - Menegur adalah tugas yang sulit, tapi penting. Ibarat memegang pedang, Anda harus tahu bagaimana mengayunkannya...
Oleh : Eka Teresia - Kita sering dengar pepatah, "kamu adalah rata-rata dari lima orang terdekatmu." Kalimat ini memang benar....
oleh ReO Fiksiwan - “Biaya sebenarnya dari mengonsumsi makanan cepat saji tidak pernah muncul di menu.” — Eric Schlosser(66), Fast...
*(Laporan Paulus Laratmase - Dalam Diskusi Publik yang digelar Analisis Papua Strategis (APS), Dr. Rudolf Wirawan mengajak dunia meninggalkan paradigma...
Rasa Syukur yang Menjadi Jembatan Karya Refleksi atas Halaman Pengakuan (Acknowledgments) Oleh Yusuf Achmad – Bilintention (more…)
- Oleh: Dafril, Tuanku Bandaro Kepala MAN Kota Sawahlunto dan Mahasiswa Program Doktoral Studi Islam S3 UM Sumbar Madrasah...
Oleh : Eka Teresia - Memilih Suara atau Memilih Sunyi Ketika palu keadilan seharusnya berdentang, namun yang terdengar justru bisikan...
Oleh Eka Teresia - Percayalah, hidup yang kotor tidak mungkin berasal dari kepala yang bersih. Semua yang kita lakukan, semua...
oleh ReO Fiksiwan - “Iblis tidak datang dari luar. Mereka hidup di dalam diri kita. Mereka adalah keraguan kita, kelemahan...