“Ketika Panggung Sastra Menjadi Bursa Saham: Sebuah Elegi untuk Nama yang Ingin Diabadikan”
Oleh: Rizal Tanjung - Di suatu pagi yang tak lagi jernih, ketika matahari sastra masih berdebu oleh kepentingan, terdengar kabar...
Oleh: Rizal Tanjung - Di suatu pagi yang tak lagi jernih, ketika matahari sastra masih berdebu oleh kepentingan, terdengar kabar...
Oleh: Rizal Tanjung - Di negeri yang masih mencari definisi bagi kata “sastrawan”, muncul satu nama yang selalu memantul seperti...
🏝Butir Butir Pasir Di Laut🏖🏝 Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan - Di bawah langit senja yang mulai merona jingga di...
Oleh Mila Muzakkar - "Ngapain pilih kafe jadul macam ini? Ini kafe bapak-bapak atau simbah-simbah," ujar TikTok setengah meradang. Dora...
Created and lamp; Skenario : Pegis Paliama Sinopsis dan Kronologis - Lelaki tanpa batas waktu Adalah perjuangan seorang ayah sekaligus...
Era Nurza - Kita tiba di kota yang menua dengan angin dan doa Bukit Tinggi tempat langit menulis puisinya sendiri...
Bawang Merah Oleh: Dahlan Iskan Jumat legi 31-10-2025 -- Kerusuhan tahun 1998 tidak hanya membuat sedih banyak warga Tionghoa, tapi...
Yusufachmad Bilintention (more…)
/1/ SEBUTIR KASIH Puisi: Leni Marlina Kita tidak datang dari surga dunia, tapi dari kota yang kehilangan arah, dari layar-layar...