Dari Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC Tegaskan Arti Beriman yang Benar
Oleh : Johanis Kopong
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kamis pagi, 26 Juni 2025 — Dalam refleksi iman harian yang disampaikan di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki setempat, mengajak umat untuk memahami bahwa iman sejati tidak hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Iman yang Benar: Percaya, Mendengar, dan Melakukan Kehendak Allah
Merenungkan Injil Matius 7:21-29, Pastor Pius menegaskan bahwa tidak semua orang yang berseru “Tuhan, Tuhan” akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan hanya mereka yang melakukan kehendak Allah.
Dalam konteks ini, iman bukan hanya soal rutinitas doa atau kehadiran dalam misa, tetapi tentang menjadikan kehendak Allah sebagai dasar hidup.
“Percaya Tuhan berarti mengenal, mendengar, dan melakukan kehendak-Nya. Itulah fondasi kokoh hidup orang beriman,” ujar Pastor Pius.
Fondasi Iman: Membangun di Atas Wadas, Bukan Pasir
Ia melanjutkan bahwa orang yang membangun hidupnya di atas kehendak Tuhan ibarat membangun rumah di atas batu karang (wadas).
Ketika badai persoalan hidup datang—baik berupa hujatan, kritik, hinaan, atau penolakan—orang tersebut tetap teguh dalam iman.
Sebaliknya, orang yang hanya mengucapkan iman tanpa tindakan ibarat membangun rumah di atas pasir, yang mudah roboh ketika diterpa badai.
“Surga adalah milik orang yang beriman benar. Maka, berimanlah dengan kata dan karya,” pesan Pastor Pius mengakhiri renungan rohaninya.
Pesan Reflektif untuk Umat: Wujudkan Iman dalam Perbuatan
Melalui pesan yang sederhana namun mendalam ini, Pastor Pius Heljanan, MSC mengajak umat Katolik, khususnya di wilayah Tanimbar, untuk menjadikan iman bukan sekadar simbol atau pengakuan lisan, tetapi sebagai komitmen hidup dalam kasih dan perbuatan nyata setiap hari.