April 18, 2026

Iman Tanpa Perbuatan adalah Sia-Sia: Renungan RD. Domincs Baldawins Masriat dari UST Manila

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Bertempat di Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, pada Kamis, 26 Juni 2025, RD. Domincs Baldawins Masriat, Imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang saat ini menjalani perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, menyampaikan pesan rohani penuh makna dalam sesi renungan harian bertajuk Sejenak Sabda.

Sejenak Sabda: Iman Sejati Nampak dalam Perbuatan

Dalam renungan yang disampaikan, RD. Domincs mengangkat tema penting seputar kekristenan sejati, merujuk pada bacaan liturgi hari biasa Pekan XII: Bacaan Pertama: Kejadian 16:1–12.15–16, Bacaan Injil: Matius 7:21–29.

Melalui bacaan Injil, RD. Domincs menekankan sabda Yesus yang tegas: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Mat 7:21).

Ia menambahkan, kehidupan sebagai orang Kristiani tidak cukup hanya berhenti pada pengakuan iman, tetapi harus dilanjutkan dalam perbuatan nyata. Menurutnya, iman harus diwujudkan melalui tindakan kasih, pelayanan, dan ketaatan terhadap kehendak Allah.

Iman Tanpa Perbuatan Adalah Sia-Sia

Mengutip Rasul Yakobus, RD. Domincs menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Ia mengajak umat untuk merefleksikan hidup rohani mereka: apakah sudah selaras antara doa dan tindakan nyata dalam keseharian.

“Hidup bukan hanya dengan berdoa, tetapi juga dengan melakukan perintah Allah,” ujarnya dengan tegas.

Doa Penutup dan Harapan

Mengakhiri renungan Sejenak Sabda, RD. Domincs mengajak seluruh umat untuk berdoa memohon kekuatan dari Tuhan agar mampu mewujudkan iman mereka melalui tindakan kasih dalam kehidupan bersama.

“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu mewujudkan iman kami di dalam perbuatan kasih kepada sesama,” doanya penuh harap.

Dengan penuh cinta pastoral, ia menutup renungan dengan  “Salam kasih dan doa, RD. Domincs Baldawins Masriat.”