April 18, 2026

Sr. Maximina Batfian, TMM: Membangun Karakter dan Iman Anak Lewat Pendidikan Bermutu di Don Bosco 3 Saumlaki

Oleh : Johanis kopong

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 25 Juni 2025 — Di balik semaraknya pembagian raport semester dan persiapan tahun ajaran baru, suasana kerja tampak dinamis di SD Naskat Don Bosco 3 Saumlaki.

Bertempat di Jalan Flamboyan, Kampung Babar, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, tim redaksi suaraanaknegerinews mendapat kesempatan mewawancarai Sr. Maximina Batfian, TMM, Kepala Sekolah Don Bosco 3, yang berbagi refleksi tentang perjalanan pendidikan, tantangan, dan harapan bagi siswa-siswinya.

Sinergi Sekolah dan Orang Tua Menjadi Kunci

Sr. Maximina menyampaikan bahwa keberhasilan siswa hingga akhir tahun ajaran ini tidak lepas dari kerja sama antara sekolah dan orang tua.

“Anak-anak yang berhasil, itu bukan hanya karena kecerdasan mereka saja, tapi juga karena peran orang tua yang aktif mendampingi mereka di rumah,” jelasnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan kedisiplinan yang masih harus dibenahi, terutama soal ketepatan waktu dan kerapian berpakaian.

“Kami mulai tegas. Tahun ajaran baru nanti, siswa yang terlambat akan diberikan pembinaan. Kalau tidak dibiasakan dari sekarang, anak-anak tidak akan terbentuk,” tegas Sr. Maximina.

0-3248×1440-0-0#

Tantangan dan Adaptasi Kurikulum Merdeka

Memasuki tahun ajaran baru, Don Bosco 3 secara penuh menerapkan Kurikulum Merdeka dari kelas 1 hingga kelas 6. Tantangan terbesar datang dari kesiapan teknologi dan kemampuan guru dalam mengadaptasi perangkat digital.

“Sebagian besar guru kami sudah berusia lanjut dan akan pensiun dalam 1–2 tahun. Awalnya berat, tapi kami mulai pelatihan, dan sekarang sudah terlihat hasilnya,” ungkapnya penuh harap.

Meski keterbatasan fasilitas masih terasa, seperti belum tersedianya ruang khusus teknologi informasi, semangat belajar para siswa tidak surut.

“Anak-anak senang karena proses belajar jadi lebih menarik dan tidak monoton. Kami gunakan Wi-Fi yang ada untuk akses internet, meski belum maksimal,” tambahnya.

0-3248×1440-0-0#

Iman dan Karakter: Fondasi Utama Pendidikan

Don Bosco 3 dikenal dengan penanaman nilai-nilai iman Katolik yang kuat. “Kami tanamkan budaya doa sejak dini. Bulan Mei dan Oktober sudah otomatis anak-anak membawa Rosario. Setiap siang ada doa Angelus. Mereka tahu itu tanpa disuruh,” ujar Sr. Maximina dengan bangga.

Tak hanya iman, pembentukan karakter siswa menjadi fokus utama. Setiap pagi, para guru memberikan pengarahan, membangun motivasi, dan menumbuhkan nilai-nilai kebaikan.

“Kami ajak anak-anak refleksi, apa yang sudah mereka lakukan hari ini yang baik? Ini jadi cara sederhana menumbuhkan kesadaran dan empati,” katanya.

0-3248×1440-0-0#

Harapan untuk Kolaborasi Lebih Luas

Di tengah keterbatasan, Sr. Maximina berharap agar kolaborasi dengan orang tua lebih aktif. “Tahun ini telah sempat pertemuan orang tua dan kami butuh dukungan mereka. Anak-anak tidak bisa dibentuk hanya di sekolah. Harus ada kesinambungan di rumah,” tuturnya.

Wadah komunikasi antara sekolah dan orang tua disalurkan melalui komite sekolah. Beberapa inisiatif seperti perbaikan plafon ruang kelas pun muncul dari kelompok orang tua yang peduli. “Kami sangat terbuka, dan bersyukur karena masih ada yang peduli,” katanya.

0-3248×1440-0-0#

Mengelola Sekolah dengan Semangat Pelayanan

Saat ini, SD Don Bosco 3 memiliki 219 siswa, 13 guru, dan 1 staf tata usaha. Di bawah naungan Yayasan Bintang Timur, sekolah ini tetap menekankan kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan belajar.

Visi sekolah adalah menjadi komunitas pendidikan yang unggul, penuh kasih, dan peduli. “Unggul bukan hanya soal nilai akademik, tetapi karakter dan keterampilan. Anak-anak kelas atas kami bekali dengan rekoleksi, pembinaan iman, agar mereka siap terjun ke masyarakat dengan nilai-nilai Kristiani,” terang Sr. Maximina.

0-3248×1440-0-0#

Penutup: Semangat Liburan dengan Jiwa yang Terarah

Menutup wawancara, Sr. Maximina menitipkan pesan kepada orang tua agar masa liburan tetap diisi dengan pembinaan karakter di rumah.

“Ada waktu bermain, ada waktu belajar. Jangan sampai anak-anak lupa nilai. Kita sambut tahun ajaran baru dengan semangat dan hati yang segar,” ujarnya penuh harap.

“Saya tidak bekerja sendiri. Saya bersyukur karena didukung penuh oleh para guru yang semangat dan setia. Kami bekerja bersama, melayani bersama, demi masa depan anak-anak di Tanimbar ini,” pungkas Sr. Maximina, yang telah dua tahun mengabdi sebagai kepala sekolah di SD Don Bosco 3 Saumlaki.