Dari Ranah Minang ke Pentas Global: Dafril, Mahasiswa Doktor UM Sumbar, Bicara Pendidikan Islam Digital di UKM Malaysia
Malaysia, 26 September 2025 – Sebuah jejak intelektual kembali terukir dari Ranah Minang. Kali ini, langkah itu dibawa oleh Dafril Tuanku Bandaro, mahasiswa Program Doktoral Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar), yang tampil sebagai presenter pada forum internasional di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).
Bertempat di ruang kuliah elit dan berwibawa UKM, acara ini menjadi bagian dari Program Student Mobility yang mempertemukan dua kampus besar: UM Sumbar dan UKM Malaysia. Nuansa akademik yang penuh wibawa terasa sejak awal, ketika Wakil Rektor UKM, Dr. Zulfadli, bersama para dekan dan pensyarah hadir menyambut rombongan dari UM Sumbar.
Dari pihak UM Sumbar, turut hadir jajaran pimpinan akademik yang menambah khidmat pertemuan: Direktur Pascasarjana UM Sumbar, Prof. Syaflin Halim, Ketua Program Doktoral Studi Islam, Dr. Julhadi, Ketua Program Magister PAI, Dr. Rahmi, serta dosen pembimbing sekaligus penggerak mobilitas akademik, Dr. Desi Asmaret. Tidak ketinggalan, sebanyak 23 mahasiswa Program Doktoral Studi Islam (S3) dan para mahasiswa magister turut menjadi bagian dari forum ini, menguatkan ikatan intelektual lintas negeri.
Dalam forum internasional yang penuh khidmat itu, Dafril Tuanku Bandaro tampil dengan penuh percaya diri. Ia mengangkat tema yang sarat relevansi di era modern: “Dampak Pembelajaran Berbasis Digital terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik.” Dengan retorika yang tenang namun membakar semangat, Dafril menguraikan bagaimana transformasi digital bukan sekadar alat bantu, melainkan sebuah ekosistem baru yang mampu membangun motivasi, kedisiplinan, dan daya juang para pelajar di era 5.0.
Presentasi Dafril mendapat perhatian serius dari hadirin. Gaya penyampaiannya yang memadukan kedalaman kajian ilmiah dengan narasi inspiratif membuat materi terasa hidup, membangkitkan diskusi, dan membuka cakrawala baru tentang urgensi digitalisasi dalam pendidikan Islam.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga simbol persahabatan lintas bangsa. UKM Malaysia dan UM Sumbar bersepakat menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk memperkuat jejaring kolaborasi, berbagi ilmu, dan melahirkan inovasi bersama di masa depan.
Dari ranah Minangkabau, gema ilmu kini mengalun hingga pentas global. Sosok seperti Dafril menjadi bukti bahwa intelektual muda Indonesia mampu berdiri sejajar dengan akademisi dunia, membawa pesan bahwa pendidikan Islam tidak boleh tertinggal dalam arus digitalisasi.