May 10, 2026

Dorong Budaya Prestasi, Kepala MAN Kota Sawahlunto Serahkan Sertifikat Penghargaan

20260114_074501

Dorong Budaya Prestasi, Kepala MAN Kota Sawahlunto Serahkan Sertifikat Penghargaan

SAWAHLUNTO (Humas), 14 Januari 2025 Prestasi bukan sekadar deretan angka atau piala yang berkilau di etalase. Ia adalah kisah tentang ketekunan, doa yang dipanjatkan dalam sunyi, dan keyakinan yang dirawat dengan sabar. Kisah itulah yang kembali ditorehkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto, saat Kepala Madrasah Dafril Tuanku Bandaro, secara resmi menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama madrasah di tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025.

Dalam suasana yang sarat makna dan kebanggaan, penghargaan pertama diberikan kepada Najwa Fitriani Zulfa, siswi tangguh yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang Olimpiade Sains Madrasah (OSM) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kecerdasan yang diasah dengan disiplin dan dibingkai dengan nilai-nilai madrasah mampu bersaing di panggung ilmiah yang kompetitif.

Dalam sambutannya, Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan bahwa capaian Najwa bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang ditempa oleh kesungguhan belajar dan bimbingan guru yang konsisten.
“Prestasi ini adalah cahaya yang menerangi jalan adik-adik lainnya. Ia mengajarkan bahwa madrasah tidak hanya mencetak insan berakhlak, tetapi juga unggul dalam sains dan ilmu pengetahuan,” ungkap Dafril penuh harap.

Tak hanya di ranah akademik, MAN Kota Sawahlunto juga menorehkan prestasi gemilang di bidang seni dan kepedulian lingkungan. Sertifikat penghargaan turut diserahkan kepada Tim Film Pendek MAN Kota Sawahlunto yang berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Film Pendek Tingkat Provinsi Sumatera Barat di bawah binaan Rita Elmiza dan Vivied Nopidrianis. Lomba tersebut mengangkat tema Ekologi dan Pengelolaan Sampah pada Madrasah, yang digelar dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80.

Melalui karya berjudul “Bumi Mengadu”, para siswa menuangkan kegelisahan sekaligus harapan tentang kondisi lingkungan dalam bahasa visual yang menyentuh. Film tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan sebuah suara lirih bumi yang meminta manusia untuk lebih bijak, peduli, dan bertanggung jawab terhadap alam yang diwariskan.

“Film Bumi Mengadu adalah cermin kesadaran generasi muda madrasah terhadap isu lingkungan. Ini bukti bahwa madrasah hadir menjawab tantangan zaman, dengan kreativitas yang bernilai dakwah dan kemanusiaan,” tutur Dafril Tuanku Bandaro dengan nada bangga.

Penghargaan ini menjadi penegas bahwa MAN Kota Sawahlunto terus tumbuh sebagai ruang subur bagi lahirnya generasi unggul—yang cerdas berpikir, halus berasa, dan kuat berkarakter. Di kota tua yang menyimpan sejarah panjang, madrasah ini kembali menanam benih prestasi, berharap kelak tumbuh menjadi pohon-pohon kebaikan yang menaungi masa depan.

Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB