Enam Bulan Mengabdi sebagai PPL dan KKN Terintegrasi : Delapan Guru Muda UIN IB Resmi Dilepas dari MAN Kota Sawahlunto
Enam Bulan Mengabdi sebagai PPL dan KKN Terintegrasi : Delapan Guru Muda UIN IB Resmi Dilepas dari MAN Kota Sawahlunto
SAWAHLUNTO (Humas) 12 Desember 2025 Setelah lebih kurang enam bulan penuh berkarya dan berkolaborasi, delapan guru muda dari Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang resmi dilepas dari masa tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi di MAN Kota Sawahlunto. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di halaman MAN Kota Sawahlunto , dipimpin langsung oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro.
Dalam sambutannya Dafril Tuanku Bandaro memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta PPL–KKN tersebut. Ia menilai kehadiran guru-guru muda ini bukan hanya menambah energi baru di lingkungan madrasah, tetapi juga membawa warna segar dalam proses belajar mengajar.
“Enam bulan bukan waktu yang singkat. Para mahasiswa telah menjadi bagian dari keluarga besar MAN Sawahlunto. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar bersama kami belajar memahami karakter peserta didik, belajar bersabar, belajar tumbuh,” ujar Dafril dengan suara bergetar bangga, disambut tepuk tangan hadirin.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa dari UIN IB turut berperan aktif dalam berbagai program madrasah mulai dari kegiatan literasi, pembinaan ekstrakurikuler, pendampingan akademik, hingga program sosial masyarakat yang menjadi inti dari KKN terintegrasi. Keakraban yang terjalin dengan peserta didik menjadikan momen perpisahan ini dipenuhi sentuhan haru.
Salah seorang mahasiswa, Wella mewakili rekan-rekannya, menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan yang mereka terima. “Madrasah ini bukan hanya menjadi tempat praktik. MAN Kota Sawahlunto menjadi ruang kami menempa diri menjadi guru, menjadi pembelajar, menjadi manusia yang lebih peka terhadap lingkungan sosial,” tutur Wella.
Pelepasan tersebut diakhiri dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol kenangan indah yang terjalin selama enam bulan terakhir. Para guru, pegawai, serta peserta didik MAN Kota Sawahlunto memberikan salam perpisahan yang hangat, menandai berakhirnya satu bab perjalanan dan dibukanya bab baru bagi para guru muda tersebut.
Meski langkah mereka meninggalkan MAN Kota Sawahlunto, jejak pengabdian enam bulan itu akan tetap tertanam dalam ingatan madrasah menjadi kisah yang kelak diceritakan kembali tentang delapan anak muda yang hadir membawa ilmu, pergi membawa pengalaman, dan meninggalkan inspirasi.
Dengan penuh harap, madrasah melepas mereka melangkah menuju masa depan, sembari mengucap: Selamat jalan, para pendidik muda. Teruslah menebar cahaya pendidikan ke mana pun kaki kalian melangkah.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB