Epifani dan Universalitas Keselamatan
Menunggu 25 Tahun Lagi
Oleh Tonnio Irnawan| Pemerhati Sosial
–
Hari Sabtu (3/1/2026) saya merayakan misa kudus di Gereja Bunda Tidak Bernoda Santa Perawan Maria Paroki Buah Batu di Kota Bandung. Bersamaan dengan itu diadakan Penutupan Tahun Yubileum 2025 yang telah berlangsung selama 12 bulan. Umat Katolik di seluruh dunia dianjurkan mengadakan peziarahan ke 9 gereja. Di depan pintu suci (porta santa) umat memanjatkan doa dilanjutkan ke dalam gereja dan taman doa.
Sepanjang Peziarahan Pengharapan (The Pilgrim of Hope) saya sudah berziarah ke belasan gereja/paroki di Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Bandung, dan Keuskupan Tanjung Karang). Beberapa teman yang punya uang bahkan berziarah ke Eropa.
Saya melihat dan merasakan semaraknya tahun peziarahan ini. Umat saling berkunjung ke berbagai gereja dengan hati penuh sukacita. Setiap paroki membentuk panitia terdiri dari para relawan untuk menyambut para peziarah dari paroki lain. Kecuali hari Minggu, paroki membuka pintu untuk kunjungan peziarah. Biasanya yang paling ramai pada Sabtu. Peziarah datang memakai bus atau ada yang memakai mobil karena hanya keluarga. Ada rombongan yang ingin menuntaskan ziarah ke 9 gereja dalam 1 hari saja. Ada yang berhasil namun lebih banyak yang tidak bisa karena lalu lintas macet dan letak gerejanya berjauhan. Kunjungan ini menggerakkan ekonomi umat karena di setiap paroki ada kedai dadakan menjual makanan minuman kecil selain kaos yubileum dan cindera mata.
Tentu setiap peziarah merasakan pengalaman iman, paling tidak pengalaman fisik karena bisa berkunjung ke gereja yang baru pertama kali didatangi. Tahun Yubileum 2025 telah ditutup, lalu apa? Semoga kita semua semakin menyadari bahwa manusia itu adalah peziarah (homo viator). Ziarah adalah melakukan perjalanan ke tempat – tempat suci. Setiap hari kita melakukan ziarah bukan hanya di gereja atau taman doa, melainkan juga di tempat lain misalnya di tempat kita bekerja. Pekerjaan apapun jenisnya merupakan ziarah. Apakah kita mau mengotori ziarah dan tempat ziarah?
Tahun Yubileum diadakan setiap 25 tahun sekali. Menunggu 25 tahun lagi. Menanti sampai 2050. Saya dan mungkin sebagian yang membaca tulisan ini, sudah menyelesaikan peziarahan di dunia. Berbahagialah anak – anak dan Gen Z serta sebagian Gen Milenial yang jika berusia panjang, dapat sekali lagi melakukan peziarahan di Tahun Yubileum.