EPOS MAHABRATA
anto narasoma
–
hakikat moral
dan watak bayang-bayang membara dalam pertunjukan cerita ramayana
sebab,
tokoh dan tampilan perilaku kau ungkap
ke dalam secarik kulit perwayangan yang padat kata-kata
hei, arjuna !
busur panahmu mencari diksi agar imajinasi perwatakan kau ceritakan kembali
dari panggung
ke panggung yang melahirkan keagungan kisah kepahlawanan itu
tak ada korupsi
di negerimu. karena kau jaga setelah tampilan akhlakmu mengharu biru ketika ada kabar tentang kebesaran perang bratayudha di barisan pertama kisah itu
dalam hakikat kisah antah-berantah
di pengujung pertama pulau sumatra,
hutan larangan takut mati ketika terancam ratusan tambang
yang diam-diam
melahap nyawamu
lalu,
panahmu seperti malaikat pencabut nyawa yang menghadirkan kayu-kayu gelondongan setelah kampung dan ribuan nyawa raib dari pandangan
* siapa ribuan pencuri dan tokoh koruptor yang bersembunyi
ke dalam sepi?
lalu,
kelima ksatria itu bergegas di antara patung batu yang memukul kesunyian orang-orang penyebab kebodohan rakyatmu
begitu arif strategi
pandu dewanata
setelah bencana banjir dari kayu-kayu gelondongan menelan kampung kehidupan dalam kisah heroik; epos mahabrata
karena konflik sosial
di aceh, sumatera utara, dan sumatera barat,
menjadi peperangan emosi yang diam-diam merampas protagonis tokoh pandawa lima
o, begitu bijak strategi
keberanianmu menghadapi konflik kehancuran tiga negeri,
yang berlalu ke dalam derita rakyat saat terkubur di bawah makam kematian
harga diri pemerintahmu
Palembang
3 Januari 2026