FX Mote Ukir Sejarah Pendidikan di Waropen: SMA YPK FX Mote Jadi Monumen Peradaban Baru
Laporan Paulus Laratmase
–
Waropen, 22 September 2025 – Sebuah kisah monumental lahir dari tangan seorang pemimpin yang kini dipercaya rakyat Waropen menakhodai daerahnya. Drs. FX Mote, M.Si, Bupati Waropen periode 2025–2030, menjadi tokoh di balik lahirnya Sekolah Menengah Atas (SMA) YPK FX Mote Waropen. Kisah pendirian sekolah ini bukanlah peristiwa biasa, melainkan sebuah perwujudan nyata dari kerinduan panjang masyarakat Waropen akan hadirnya lembaga pendidikan menengah di tanah mereka.
Awal Kerinduan yang Menjadi Kenyataan
Sebelum 2015, masyarakat Waropen kerap mengeluhkan ketiadaan SMA di daerah mereka. Lulusan SMP terpaksa melanjutkan pendidikan ke luar daerah, menempuh jarak yang tidak dekat, bahkan harus meninggalkan keluarga demi melanjutkan studi. Kerinduan akan sebuah SMA lokal kian menggunung, tetapi pihak yayasan pendidikan saat itu belum mampu merealisasikan.
Situasi berubah ketika FX Mote ditunjuk sebagai Penjabat (Pj.) Bupati Waropen periode 2015–2016. Meski hanya enam bulan menjabat, Mote menjadikan kerinduan itu sebagai prioritas. Dengan menggelontorkan dana hibah sebesar Rp 5 miliar, ia mendirikan SMA YPK Waropen yang kemudian diberi nama SMA YPK FX Mote. “Setelah saya ditunjuk jadi Penjabat Bupati Waropen, kerinduan itu saya wujudkan dengan mendirikan SMA YPK Waropen dengan mengelontorkan dana hibah sebesar Rp 5 miliar. Karena itu sekolah tersebut diberi nama SMA YPK FX Mote,” tutur Mote.
Enam Bulan yang Meninggalkan Jejak Panjang
Walau singkat, masa jabatan FX Mote sebagai Penjabat Bupati meninggalkan jejak panjang. Selain mendirikan SMA YPK FX Mote, ia juga menyukseskan Pilkada Waropen 2015 yang berjalan aman, meningkatkan APBD daerah, serta memperhatikan kesejahteraan aparatur sipil negara. Ia turut menyerahkan bantuan pembangunan sarana ibadah, menyelesaikan sejumlah kasus tanah, mendirikan SPBU Ronggaiwa Jalan, menyalurkan dana pembangunan rumah warga, membagikan 1.000 motor darat dan laut, menetapkan Pulau Naw sebagai destinasi wisata, serta menghidupkan berbagai aktivitas publik yang sempat terhenti.
Terobosan-terobosan itu menunjukkan bagaimana kepemimpinan Mote tidak berhenti pada retorika, tetapi hadir dalam bentuk karya nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Pendidikan menjadi salah satu fokus utamanya, dan SMA YPK FX Mote adalah bukti nyata yang kini berdiri kokoh di Waropen.
Dari Penjabat ke Bupati Definitif
Hampir satu dekade setelahnya, pada Pemilu 27 November 2024, rakyat Waropen kembali memberikan mandat kepada FX Mote untuk memimpin mereka. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati Waropen periode 2025–2030. Pendirian SMA YPK FX Mote yang pernah ia lakukan kini menjadi salah satu alasan masyarakat menaruh kepercayaan penuh padanya.
Bagi Mote, pendidikan bukan hanya program jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Waropen. Sekolah yang ia dirikan bukan sekadar bangunan, tetapi simbol harapan dan awal perjalanan mencetak generasi baru Waropen yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi daerahnya.
Kunjungan Bersejarah Mgr. Dr. Yanuarius You
Pada 22 September 2025, SMA YPK FX Mote kembali menjadi sorotan saat Mgr. Dr. Yanuarius Theofilus Matopai You, tokoh Gereja Katolik yang adalah Uskup Keuskupan Jayapura, sekaligus pegiat pendidikan, melakukan kunjungan ke Waropen. Dalam kunjungannya, ia menyempatkan diri melihat langsung karya monumental yang ditorehkan FX Mote.
Menariknya, meski Mote adalah seorang Katolik, sekolah ini ia serahkan penuh kepada Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua, di bawah naungan Gereja Kristen di Tanah Papua (GKIP). Sikap ini menegaskan bahwa pendidikan harus melampaui sekat agama, dan yang utama adalah kepentingan generasi muda Papua.
Di hadapan kepala sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan, Mgr. Yanuarius menekankan pentingnya peran pendidikan bagi keberlangsungan bangsa. “Peradaban suatu bangsa hanya bisa ditentukan melalui dunia pendidikan. Pendidikan adalah pintu masuk bagi peradaban umat manusia,” tegasnya.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Mgr. Yanuarius juga mengingatkan bahwa SMA YPK FX Mote tidak hanya butuh bangunan megah, tetapi juga manajemen yang baik, dukungan dana dari YPK Papua dan Pemerintah Kabupaten Waropen, serta tenaga pendidik yang mampu membentuk karakter siswa. “Sekolah ini perlu mendapat sumber daya pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter. Output yang kelak kembali ke daerah harus benar-benar bermutu karena telah digembleng dengan proses yang terukur dan bermutu pula,” tambahnya.
Pesan tersebut sejalan dengan visi FX Mote yang selalu menekankan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan. Baginya, Waropen yang maju hanya dapat diwujudkan bila generasi mudanya ditempa dalam sistem pendidikan yang berkualitas.
Warisan untuk Peradaban Papua
Kini, SMA YPK FX Mote berdiri bukan hanya sebagai sekolah, tetapi juga monumen peradaban baru di Waropen. Ia menjadi bukti bahwa seorang pemimpin dapat menorehkan sejarah bukan dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata. Pendirian sekolah ini juga mengajarkan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan akademis, melainkan fondasi moral, spiritual, dan sosial bagi masyarakat.
Karya monumental FX Mote telah menorehkan babak baru dalam sejarah Waropen. Apa yang dirintisnya sebagai penjabat kini berkembang di bawah kepemimpinan definitifnya sebagai bupati. Dukungan gereja, yayasan pendidikan, pemerintah, serta masyarakat akan menentukan sejauh mana SMA ini dapat melahirkan generasi emas Waropen di masa depan.
Seperti yang ditegaskan Mgr. Yanuarius, pendidikan adalah pintu masuk peradaban. Dan di Waropen, pintu itu telah terbuka lebar melalui tangan seorang pemimpin bernama FX Mote.