April 17, 2026

Hargai Prestasi Siswa: Kepala MAN Kota Sawahlunto Serahkan Reward dan Piagam Penghargaan Kepada Siti Meyrizqa Fathin Zahra

Sawahlunto — Dalam hembusan semangat kemerdekaan yang belum usai menggema, sebuah kabar membanggakan menyelinap di antara langkah-langkah generasi muda MAN Kota Sawahlunto. Siti Meyrizqa Fathin Zahra, siswi kelas XII Fase F2, telah menorehkan tinta emas dalam dunia literasi Sumatera Barat. Namanya masuk ke dalam 10 besar Nominasi Lomba Cipta Puisi tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Pengurus Penyala Literasi Sumbar.

Kabar prestisius itu datang pada Kamis, 21 Agustus 2025 seolah menjadi hadiah ditengah perayaan panjang kemerdekaan negeri ini. Menyadari nilai besar dari sebuah pencapaian yang lahir dari benih kata dan semangat, Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, tak tinggal diam. Dalam balutan suasana haru penuh makna di kegiatan Muhadharah, Muhasabah, Dzikir dan Do’a Kemerdekaan, Jumat pagi, 22 Agustus 2025, beliau menyerahkan secara langsung Reward dan Piagam Penghargaan kepada sang penyair muda, di hadapan 32 GTK dan 400 siswa yang turut menyaksikan momen bersejarah itu.

”Sekecil apa pun prestasi siswa harus dihargai, dimotivasi, dan diapresiasi. Karena prestasi adalah sesuatu yang mahal, dan tidak bisa dinilai oleh apa pun,”ujar Dafril dengan mata berbinar, penuh rasa syukur.

Dalam kata-katanya, tergambar jelas bukan sekadar rasa bangga, namun juga keyakinan mendalam bahwa setiap keberhasilan siswa adalah buah dari gotong-royong intelektual dan spiritual.

Siti Meyrizqa bukanlah sekadar nama ia adalah simbol dari semangat yang tak padam, dan keberaniannya menaklukkan kata menjadi puisi adalah refleksi dari jiwa muda yang mendamba makna. Di balik puisinya, ada sosok tak kalah penting: Rita….guru Bahasa Indonesia sekaligus pelatih dan pembimbingnya.

”Suksesnya Siti tak terlepas dari kepiawaian Rita Elmiza sebagai pelatih,” ucap Dafril, memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sang pendidik yang dengan penuh cinta membimbing sang anak panah hingga tepat menghujam sasaran.

Apresiasi pun turut mengalir kepada Wakil Kurikulum Oky loly Wenny selaku pasilitator dan Wakasarpras Hussein Al Hafezz, selaku editor dan admin akun lomba, serta kepada seluruh jajaran Waka, Kaur TU, dan GTK yang bersama-sama menjadi batu pijakan dari prestasi ini.

”Prestasi ini milik kita bersama. Ini nikmat yang patut kita syukuri…,” lanjut Dafril, suaranya seolah menjadi gema semangat bagi seluruh hadirin.

Siti Meyrizqa Fathin Zahra, kini bukan hanya sekadar siswi, ia adalah cahaya kecil yang menyulut semangat besar. Di tengah arus zaman yang kerap riuh oleh narasi instan, puisinya adalah pelabuhan renung. Namanya telah tercatat bukan di atas marmer yang dingin, melainkan di dalam hati mereka yang percaya bahwa kata dapat mengubah dunia.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB