“Barangsiapa Merendahkan Diri, Ia Akan Ditinggikan”: Pesan RD. Domincs Baldawins Masriat di Filipina
Oleh: joko
RD. Domincs Baldawins Masriat: “Hiduplah dalam Kerendahan Hati, Jangan Jadi Munafik
“Yesus mengajarkan: yang terbesar di antara kamu, hendaklah menjadi pelayanmu.”
http://suaraanaknegerinews.com | Sabtu, 23 Agustus 2025, suasana hening menyelimuti Central Seminary UST Manila, Filipina. Dari altar kampus teologi ternama itu, suara penuh wibawa namun teduh terdengar mengalir.
RD. Domincs Baldawins Masriat, putra asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini menjalani perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, menyampaikan renungan iman yang sederhana namun sarat makna.
Dengan tajuk “Sejenak Sabda”, Pastor Domincs mengajak umat yang hadir maupun yang mendengar sabdanya dari jauh untuk menimba hikmah dari bacaan liturgi hari itu: Rut 2:1-3.8-11;4:13-17 dan Matius 23:1-12.
Pesan Tuhan Hari Ini
Dalam renungannya, RD. Domincs menekankan tiga butir pesan iman yang relevan bagi kehidupan umat beriman:
- Menghargai sesama dan meneladani yang baik.
“Marilah kita saling menghargai dan mengikuti apa yang baik dari sesama kita. Jika perbuatan mereka tidak baik, ikutilah saja kata-kata nasehat mereka,” ungkapnya. - Menghindari kemunafikan.
Ia menegaskan agar umat tidak menjadi pribadi yang membebani orang lain dengan kata-kata, sementara dirinya sendiri enggan melakukannya. “Hendaklah hal baik yang kita katakan, juga kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. - Hidup dalam kerendahan hati.
Dengan suara lembut namun tegas, Pastor Domincs mengingatkan: “Jangan pernah menganggap diri lebih hebat dari Tuhan dan sesama. Biarkanlah Tuhan yang akan meninggikan kita. Oleh karena itu, tetaplah rendah hati.”
Ia mengakhiri pesannya dengan kutipan Injil yang menjadi fondasi renungan hari itu:“Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Mat 23:11-12)
Doa dan Salam Kasih
Renungan itu ditutup dengan doa penuh harapan:“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu hidup dalam kerendahan hati.”
Dengan senyum tulus, RD. Domincs Baldawins Masriat menutup pesan imannya dengan sapaan penuh persaudaraan:“Salam kasih dan doa.”
Sebuah salam sederhana, namun menjadi jembatan rohani yang menyatukan umat dari Manila hingga tanah kelahiran di Kepulauan Tanimbar.