April 17, 2026

Menggenggam Kebenaran: Pastor Pius Heljanan, MSC, Ajak Umat Wujudkan Kata dalam Tindakan

Oleh: joko

Pastor Pius Heljanan, MSC: “Jadilah Pribadi Berintegritas, Seiring Kata dan Perbuatan”

“Yesus mencela kemunafikan, dan mengajak murid-Nya untuk hidup dalam kejujuran dan pelayanan.”

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Sabtu pagi, 23 Agustus 2025. Udara sejuk Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, membawa jemaat menuju Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran. Suasana hening berubah menjadi khidmat ketika misa dimulai, dipimpin oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala umat di Kuasi Paroki setempat.

Di hadapan jemaat, Pastor Pius menyampaikan homili yang menohok sekaligus penuh kasih:

“Mereka mengajarkan, tapi tidak melakukan. Saudaraku, ada anak Tuhan yang hebat dalam berbicara, tapi tidak merealisasikan dalam praksis hidup. Ingat, Yesus mencela cara hidup orang munafik seperti ahli Taurat. Mereka mengajarkan dengan baik isi Taurat, tetapi tidak mempraktekannya. Bagi Yesus, menjadi murid-Nya harus berkata benar dan melakukan yang diucapkan.”

Pesan Tentang Integritas

Kata-kata Pastor Pius pagi itu seolah mengetuk hati setiap orang. Ia mengingatkan jemaat agar tidak terjebak pada pencitraan. Menurutnya, pribadi beriman sejati bukanlah mereka yang hanya fasih berbicara, tetapi mereka yang konsisten antara ucapan dan perbuatan.

“Jangan menjadi pribadi munafik, sekadar pencitraan dalam tutur kata indah. Jangan mencari penghormatan dan pujian lewat penampilan. Jadilah pribadi yang berkata benar, tidak sekadar janji manis. Wujudkan kata dalam pelayanan yang tulus,” tegas Pastor Pius.

Mengutip Injil Matius 23:1-12, ia menekankan bahwa orang yang benar-benar “hebat” adalah mereka yang mau melayani tanpa pamrih.

Menghidupi Iman dalam Tindakan

Bagi jemaat HKY Lauran, pesan ini bukan hanya nasihat rohani, melainkan undangan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih jujur, tulus, dan saling melayani.

Di tengah tantangan hidup masyarakat Kepulauan Tanimbar, integritas menjadi fondasi untuk membangun relasi yang sehat — baik dalam keluarga, komunitas, maupun pelayanan gereja.

Kata-kata Pastor Pius bukan sekadar khotbah, tetapi panggilan untuk bertumbuh dalam iman yang diwujudkan nyata setiap hari.

“Orang hebat adalah mereka yang melayani tanpa pamrih,” ujarnya menutup renungan.