Hati Merupakan Raja Atau Pimpinan Bagi Anggota Tubuh
Tausiah Religi
Rasulullah ﷺ Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) .
==============
KULIAH SHUBUH
Jumat , 05 Desember 2025 (14 Jumadil Akhir 1447 H)
Oleh : Tb Mhd Arief Hendrawan
–
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Segala puji kita haturkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, baik nikmat iman, sehat, serta nikmat kesempatan, sehingga kita semua masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah yang Allah SWT perintahkan, yaitu shalat Shubuh .
Shalawat serta salam selalu kita lantunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ , kepada keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya yang senantiasa mengharapkan syafa’at di yaumul qiyamah kelak.
Manusia telah Allah berikan begitu banyak kenikmatan dalam kehidupannya yang wajib disyukuri.
Salah satu bentuk nikmat yang Allah Swt berikan adalah anggota tubuh yang sehat, baik itu dari mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernafas, serta nikmat anggota tubuh lainnya.
Cara bersyukur kita dengan diberikan nikmat sehatnya anggota tubuh adalah dengan digunakan untuk beribadah kepada Allah Swt, karena semua anggota tubuh yang Allah Swt berikan kepada kita nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.
Allah Swt berfirman, :
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban.”
(QS. Al-Isra’: 36)
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Di antara anggota tubuh yang terdapat di tubuh kita, ada satu organ yang memiliki peran sangat penting. Apakah organ tersebut?
Dia adalah hati.
Hati merupakan raja atau pimpinan bagi anggota tubuh lainnya. Hati memiliki peran penting dalam memerintahkan anggota tubuh untuk bergerak.
Baik atau buruknya manusia dalam beramal dengan anggota tubuhnya tergantung dari baik buruknya kondisi hatinya.
Rasulullah ﷺ bersabda, :
“Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging.
Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah dia adalah hati.” (HR. Bukhari)
Pembenaran dan pelurusan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Swt.
Demikian pula mengkaji penyakit – penyakit hati dan metode mengobatinya merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.
Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim yang senantiasa beribadah kepada Allah harus mengetahui macam- macam ataupun kondisi-kondisi yang terjadi pada hati kita.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Macam-macam kondisi hati dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Hati yang sehat
Hati yang sehat adalah hati yang selamat.
Barangsiapa yang menghadap Allah Swt tanpa membawa hati yang sehat, maka ia akan celaka.
Allah Swt berfirman,
“Yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara’: 88-89)
Hati yang selamat diartikan sebagai hati yang terbebas dari syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah Swt dan dari perkara-perkara yang syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran.
Hati yang tidak pernah beribadah kepada selain Allah Swt dan berhukum kepada selain Rasulullah ﷺ .
Jika hati mencintai, memberi, dan menahan diri, semuanya dilakukan karena Allah Swt.
Jika hati menerima nasihat tentang kebaikan dan ketaqwaan hati akan langsung menerima dengan lapang dada.
2. Hati yang sakit
Hati yang sakit adalah kondisi hati yang hidup namun mengandung penyakit.
Hati akan mengikuti unsur yang kuat, terkadang hati cenderung kepada kebaikan, dan terkadang hati cenderung kepada keburukan.
Pada hati terdapat keimanan, kecintaan, keikhlasan, tawakkal kepada Allah Swt, yang merupakan sumber kehidupan pada hatinya.
Pada hati juga terdapat pula kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat, dengki, sombong, dan sifat ujub, yang merupakan sumber bencana dan kehancurannya.
Terkadang hati berada pada penyeru kepada Allah Swt, Rasulullah, dan hari akhir.
Terkadang hati sebagai penyeru kepada duniawi.
Jika hati diberi nasihat tentang kebaikan dan ketakwaan terkadang hati menerima dengan lapang dada dan terkadang hati menolak nasihat tersebut.
3. Hati yang mati
Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal Rabbnya.
Hati tidak beribadah kepada-Nya, enggan menjalankan perintah-Nya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan menghadirkan ridha-Nya.
Hati ini selalu berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniawi, walaupun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah Swt.
Jika hati mencintai, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena hawa nafsu.
Hawa nafsu telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya.
Kebodohan adalah sopirnya, dan kelalaian adalah kendaraan baginya.
Jika ia diberikan nasihat tentang kebaikan dan ketaqwaan maka akan ditolak secara mentah – mentah.
Bergaul dengan orang yang hatinya mati adalah penyakit, berteman dengannya adalah racun, dan ber majelis dengannya adalah bencana.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Setelah mengetahui macam-macam kondisi hati pada manusia, mari kita introspeksi diri kita masing – masing.
Bagaimana kondisi hati kita?
Apakah hati kita sehat?
Apakah hati kita sakit?
Atau bahkan hati kita mati?
Mari kita senantiasa mensucikan hati dengan senantiasa melaksanakan perintah Allah Swt dan menjauhi segala maksiat yang Allah Swt larang, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung bukan orang-orang yang rugi.
Allah Swt berfirman,
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9-10)
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته