Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Ita Desnatalia: Dari Juara Guru Berprestasi ke Jantung Festival Pantun ASEAN, Kepala SMKN 8 Padang Kibarkan Bendera Literasi

Laporan Eka Teresia

Padang –18 November 2025 . Sosok Ita Desnatalia, M.Pd., Kepala SMKN 8 Padang, telah menjelma menjadi motor penggerak nyata dalam upaya memajukan literasi dan melestarikan budaya di ranah Minang. Komitmennya yang terbaru terbukti melalui perannya sebagai Wakil Ketua Pelaksana dalam hajatan besar Festival Pantun ASEAN, sebuah kegiatan yang diharapkan semakin mengukuhkan Sumatera Barat sebagai lumbung generasi yang literat dan berbudaya.

Perempuan kelahiran Padang, 25 Desember 1972, ini tidak hanya cemerlang di bidang kepemimpinan sekolah, tetapi juga memiliki jejak rekam prestasi pendidikan yang mengesankan. Lulusan S2 Pendidikan Matematika UNP ini pernah terlibat aktif sebagai penulis dan penelaah soal Ujian Nasional oleh Puspendik Kemendikbud (2017-2019). Puncaknya, pada tahun 2019, ia sukses menyabet Juara 1 Lomba Guru Berprestasi SMK di tingkat Kota Padang hingga Provinsi Sumatera Barat, yang mengantarkannya sebagai finalis nasional.

Namun, dedikasi Ita melampaui ruang kelas. Keaktifannya sebagai sosok inspiratif di Komunitas Penyala Literasi Sumbar menjadikannya tokoh sentral dalam gerakan tulis-menulis. Ia berhasil menelurkan berbagai karya, dari buku otobiografi pertamanya, Mengejar Impian Ibu (2018), hingga karya terbarunya, Geliat Cinta untuk Siswa SMK (2025). Koleksi karyanya juga mencakup buku kolaboratif seperti Menuju Titik Puncak dan Surat untuk Guru Kami Tercinta.

Penunjukan Ita sebagai Kepala Sekolah Definitif di SMKN 8 Padang sejak 5 Januari 2024 semakin memicu gairah literasi di lingkungan sekolah. Di bawah kepemimpinannya, kegiatan menulis di sekolah berhasil membawa penghargaan bergengsi Kepala Sekolah Inspiratif Literasi Kreatif Nasional tahun 2025 dalam Festival Literasi Nasional yang digelar oleh JB Kreatif Nasional.

Kehadiran Ita Desnatalia di jajaran inti Festival Pantun ASEAN adalah bukti nyata komitmennya untuk tidak hanya mencerdaskan siswa, tetapi juga menggalakkan apresiasi terhadap sastra. Dengan segudang prestasi dan semangat yang tak pernah padam, ia bertekad untuk menjadikan Ranah Minang sebagai pusat perkembangan literasi yang berkarakter. Ia adalah Sang Penyala Literasi sejati dari Sumatera Barat.