April 17, 2026

Jejak KKN UNCRI: Mengabdi dengan Dampak Nyata, Menyalakan Semangat Kemerdekaan

Laporan Milton De Holet

MANOKWARI — suaraanaknegerinews.com| Mahasiswa Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan Kedua, yang berlangsung dari 21 Juli hingga 21 Agustus 2025. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa dari dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum (Program Studi Hukum) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Program Studi Manajemen)—dua dari tiga fakultas yang ada di UNCRI. Fakultas ketiga, Fakultas Sains dan Teknologi, menaungi Program Studi Ilmu Lingkungan, Rekayasa Kehutanan, dan Sains Kelautan.

Pelaksanaan KKN tersebar di tiga wilayah Papua Barat: Distrik Tanah Rubuh (Kabupaten Manokwari), Distrik-Distrik di Oransbari dan Ransiki (Kabupaten Manokwari Selatan), serta Kampung Banjar Ausoy SP 4, Distrik Manimeri, (Kabupaten Teluk Bintuni). Sebanyak 11 kelompok mahasiswa diturunkan ke kampung-kampung dengan misi pengabdian melalui kerja nyata, hidup bersama masyarakat, serta merancang dan menjalankan program yang berdampak langsung.

Tak hanya berfokus pada edukasi dan pemberdayaan sosial, mahasiswa UNCRI juga melakukan berbagai kegiatan fisik yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Di antaranya: perbaikan dan pengecatan fasilitas umum, pembuatan papan nama keluarga di rumah-rumah warga, pembersihan dan perapihan lingkungan kampung, serta pengerjaan lapangan olahraga sederhana sebagai ruang interaksi anak muda kampung. Kegiatan ini dilakukan bersama warga dalam suasana gotong royong yang hangat.

Di bidang literasi, mahasiswa juga menginisiasi kegiatan literasi umum untuk anak dan remaja, seperti pendirian Pojok Baca Kampung, sesi membaca bersama, serta penyuluhan sederhana mengenai hukum dan kearifan lokal, pelatihan manajemen UMKM, kewirausahaan lokal, penyuluhan dan pemberian makanan bergizi, serta penggunaan teknologi yang bijak. Semuanya dilaksanakan secara kontekstual agar mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, semangat nasionalisme pun semakin hidup. Mahasiswa bersama para pemuda kampung menggagas dan menyelenggarakan berbagai kegiatan menyambut kemerdekaan seperti kerja bakti lingkungan, lomba tradisional, upacara bendera, serta malam kesenian bertema merah putih. Suasana kampung berubah penuh semangat dan kekeluargaan, membuktikan bahwa pengabdian tak harus megah, cukup bermakna dan bersama.

Dalam kunjungannya ke sejumlah lokasi KKN, Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., menyampaikan pesan yang menjadi kompas utama mahasiswa dalam menjalankan tugasnya:

“Tinggalkan tempat KKN bukan hanya dengan salam perpisahan, tapi dengan kesan yang baik dan bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa UNCRI memberikan manfaat. Setiap langkah dan program yang dijalankan harus berdampak langsung dan dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.”

Kini seluruh mahasiswa telah kembali ke kampus UNCRI Manokwari untuk menyusun laporan akhir. Namun yang mereka bawa pulang bukan sekadar dokumen akademik, melainkan pengalaman hidup, rasa cinta tanah air, dan bukti bahwa ilmu dan cinta kasih dapat berjalan seiring untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.

KKN Angkatan Kedua ini menjadi cerminan nyata dari visi UNCRI—bukan hanya mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia pengabdi yang siap membangun bangsa dari pinggiran, dengan hati dan aksi nyata, sebagaimana motto UNCRI: Ilmu Pengetahuan untuk Kesejahteraan dan Cinta Kasih (Scientiarum ad Prosperium et Caritatum est).