Kebenaran yang Dinonaktifkan
Era Nurza
–
Di pekarangan sekolah
asap rokok menulis hukum baru di udara
Anak-anak belajar berani
bukan untuk jujur
tapi untuk melanggar
Mereka tertawa di bawah bendera
seakan merah putih hanyalah dekorasi, bukan janji
Lalu datang kepala sekolah
membawa suara yang dulu disebut teladan
Ia menegur dengan nada getir
dengan harapan kecil
agar api di tangan anak-anak
tidak menjalar ke masa depan mereka sendiri
Tapi dunia kini menilai berbeda
Satu teguran dianggap penghinaan
satu nasihat dicatat sebagai pelanggaran
Dan keesokan paginya
surat itu datang dingin dan resmi:
“Kepala Sekolah Dinonaktifkan”
Begitu singkat, begitu rapi, begitu kejam
Mereka yang membakar halaman
masih duduk di kelas
menghafal definisi moral dari buku yang tak lagi berarti
Sedang yang menjaga bara kebenaran
disingkirkan dari panggung yang ia rawat bertahun-tahun
Inilah negeri aneh
di mana yang salah dilindungi
dan yang benar dilabeli tidak bijak
Di mana suara nurani dikubur
dengan berita resmi dan tanda tangan berstempel
Sekolah masih berdiri megah
tapi jiwanya telah runtuh
Papan nama “SEKOLAH TELADAN”
retak tanpa suara
karena teladan kini dianggap berbahaya
Kepala sekolah itu pergi
membawa segenggam kesetiaan yang tak laku
Langkahnya pelan
tapi di matanya masih menyala
api kecil dari keyakinan yang tak bisa dinonaktifkan
Karena kebenaran
meski disingkirkan
akan tetap berdiri di halaman sejarah
menatap generasi
yang lupa bagaimana cara menghormati
Padang, Oktober 2025