April 21, 2026
Ilustrasi: Pngtree/Arsiya Oganara

Ilustrasi: Pngtree/Arsiya Oganara

Oleh: Arsiya Oganara*

Suaraanaknegerinews.com – Suah Ali Imron artinya keluarga Imron. Ini merupakan surah ketiga dalam Al Qur’an terdiri dari 200 ayat.  Surah ini termasuk golongan surah Madaniyah, artinya diturunkan setelah Rosulullah hijrah ke Madinah.

Surah ini menceritakan keluarga Imron mulai dari kelahiran Maryam binti Imron sampai Nabi Isa as putra Maryam. Kisah ini diceritakan pada ayat 33 – 47. Ini merupakan asbabunnuzul atau sebab penamaan surah Ali Imron.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Qutaish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Ayat 33-34, jika Nabi Muhammad saw menjadi teladan bagi umat masa hidup beliau dan sesudahnya, maka umat terdahulu juga memiliki teladan yang dipilih Allah pada masa mereka.

Allah telah memilih Nabi Adam as sebagai khalifah di dunia, Nabi Nuh as sebagai bapak umat manusia yang kedua. Allah juga memilih keluarga Nabi Ibrahim as yaitu Nabi Ismail as dan Nabi Ishaq as beserta keturunannya serta keluarga Imron yaitu Nabi Isa as yang dianugrahi berbagai macam mukjizat yang lahir tanpa ayah.

Ayat ini juga mengandung kecaman pada delegasi Kristen Najran bahwa semua para nabi dari satu keturunan. Tidak ada perbedaan antara mereka dari segi kemanusiaan.

Selanjutnya, ayat 35 – 36, ayat ini menceritakan keluaga Imron yang luar biasa dimulai dari istri Imron atau nenek Nabi Isa as dan Maryam binti Imron atau Ibu Nabi Isa as. Nazar istri Imron adalah tekad janjinya untuk menjadikan anak dalam kandungannya berkhidamat secara penuh di Bait al-Maqdis.

Ini merupakan tradisi masyarakat saat itu, seorang anak laki-laki yang dinazarkan sebagai pelayan rumah suci akan bertugas sampia dewasa.

Namun, istri Imron melahirkan anak perempuan yang diberi nama Maryam “seorang yang taat” dengan harapan menjadi anak yang taat pada Allah.

Kemudian, ayat 37, saat Imron ayah Maryam telah meninggal dunia maka Allah menjadikan Nabi Zakariyya as menjadi pemeliharanya. Nabi Zakariyya as melihat keistimewaan Maryam yang dianugerahkan Allah diataranya rezeki yang tidak lumrah pada masa itu.

Lalu, ayat 38 – 41, ayat ini menceritakan proses Nabi Zakariyya as memiliki anak dengan kondisi istri yang mandul. Allah memberikan kabar gembira dengan kelahiran Yahya “yang hidup”, pembenar kalimat Allah, panutan, berkemampuan menahan diri dan seorang nabi.

Kisah Maryam

Ayat 42 – 44, Allah telah mensucikan Maryam dan memilihnya atas segala awanita didunia pada masa itu. Adanya undian siapa yang berhak memelihara Maryam setelah Imron wafat.

Adapun ayat 45 – 46, Maryam dipersiapkan Allah untuk sesuatu yang luar biasa. Maryam melahirkan anak tanpa proses yang dialami putra/i Nabi Adam as yaitu tanpa hubungan seks dengan seseorang pun.

Namanya Al-AMasih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat, dekat pada Allah, dapat berbicara dengan manusia ketika dalam buaian. Kata Al-Masih mengandung dua makna yaitu masaha artinya diurapi. Juga saha-yasihu artinya berwisata karena Nabi Isa as banyak berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berdakwah.

Terakhir, ayat 47, Maryam bertanya pada Allah bagaimana ia mempunyai anak padahal belum pernah disentuh seorang laki-laki. Allah Maha Kuasa. Dia berfirman, Jadilah, maka jadilah ia.

Maryam melahirkan bayi sama prosesnya seperti ibu pada umumnya seperti dikisahkan pada QS. Maryam 19: 15 -26.

In syaa Allah, dengan kisah ini menjadikan kita lebih dekat pada Allah dan menjadi hambanya yang bertakwa. Kabulkanlah permohonan kami. Wallahu a’lam bishowab.

*Profil Penulis:

Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling.

Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi Professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten.

Juga Professional Tourist Guide and Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.

Saat ini mulai merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, puisi, puisi esai, dan lainnya.

Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.