May 10, 2026

anto narasoma

Kau buka lembaran fakta
dari kisah kehidupan
yang jauh dari pikiranmu sendiri

lalu,
sekepal tanah hitam
tampil dengan wajah seribu dunia

Kau tiupkan ruh
pada sepotong jasadmu
yang lupa dari busana
adam-Mu, hingga catatan awal kembali ke awal

“jangan kau dekati senyum ranum dari buah
khuld yang menggaruk sejumlah pikiranmu.”

suara anjuran itu seperti kertas tisu yang lumat dari gempuran hujan

maka,
batang ilmu dan pengetahuan sejagat menutupi auratmu
yang mengotori sejarah ke dalam kisah

lalu,
air mata hawa pun
menjadi sungai
di matamu,
yang meninggalkan percik air kehidupan bagi anak cucu

sedih dan sesal pun
seperti mata pisau
yang mengiris tabir penutup cerita pada akhir kata-kata

sebab,
takwamu pada kesedihan air mawar
yang melukiskan cinta,
menjadi kisah pilu setelah terlempar di atas kekejaman dunia

Palembang
7 Juni 2025