Kerinduan Tak Berujung
yusuf achmad
Aku merindukanmu,
seperti bisikan yang tak pernah mati,
bergaung dalam hening malam yang lirih.
Bayangmu melayang di antara terang mentari
dan lembutnya sinar bulan,
menghiasi mozaik pikiranku,
semburat kenangan tanpa bentuk yang pasti.
Aku merindukanmu bagaikan sungai
yang mencari lautan tanpa tepi.
Pertanyaan-pertanyaan senja
menggantung di tepian nuraniku,
musik sunyi dari rindu yang tak tergenggam,
sebuah melodi tanpa akhir,
lagu abadi yang menghuni jiwaku.
Aku merindukanmu bagaikan gurun haus akan hujan,
sebagaimana malam mendamba cahaya fajar.
Seperti penyair yang tersesat
di antara ribuan kata
dalam kesunyian hatinya.
Lautan perasaan ini tak bertepi,
sebuah perjalanan yang kehilangan peta,
tanpa arah, namun penuh makna.
Aku merindukanmu seperti bintang
menanti pelukan sinar pagi,
Rinduku bagai bisikan yang hilang di antara angin,
tarian abadi yang terus berputar dalam hatiku,
sebuah tarian yang tak pernah henti,
merapal namamu di setiap hembusan nafas.
Surabaya, 19-8-2020