Laporan: Tb Mhd Arief Hendrawan
–
Fakfak, Suaraanaknegerinews.com,- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nyonya Nurwidayati Samaun Dahlan, meninjau langsung kondisi Sekolah Luar Biasa (SLB) Bayu, Jum’at (28/11/2025). Sekolah yang baru beroperasi sekitar lima bulan ini masih memanfaatkan bangunan bekas rumah warga, sehingga fasilitas belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus dinilai belum memadai.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PKK menyampaikan keprihatinannya setelah melihat kondisi ruang belajar yang sempit dan terbatas. Saat ini SLB Bayu menampung sekitar 35 siswa, dengan 24 siswa aktif dari jenjang TK sampai SMP. Mereka memiliki beragam karakteristik kebutuhan khusus, seperti tunarungu dan tunawicara, namun ruang dan sarana masih jauh dari standar ideal.
Dari dialog bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, diketahui Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menyiapkan anggaran pembangunan gedung SLB baru. Namun proses pembebasan lahan di tingkat kabupaten masih membutuhkan tambahan dana sehingga pelaksanaan pembangunan belum bisa dimulai.
“Semoga pembebasan lahannya bisa dituntaskan pada tahun 2026 sehingga pembangunan sekolah luar biasa ini dapat segera dimulai,” harapnya.
Ketua PKK bersama rombongan juga meninjau langsung lokasi lahan yang direncanakan sebagai tapak pembangunan SLB tersebut. Selain persoalan gedung, ia juga menyoroti minimnya alat peraga pembelajaran. Banyak media ajar dibuat mandiri oleh guru dengan kreativitas sederhana, namun tetap belum mencukupi kebutuhan belajar siswa.
“Guru-guru sangat kreatif, tetapi mereka membutuhkan alat peraga yang lebih lengkap. Saya berharap Dinas Pendidikan dapat membantu penyediaan media yang lebih layak,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Ketua PKK juga berkomitmen memberikan bantuan alat permainan edukatif untuk mendukung proses pembelajaran. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara PKK, Dinas Pendidikan, dan DPRD dalam memperjuangkan pendidikan inklusif di Fakfak.
“Sinergi ini harus menjadi langkah nyata untuk memajukan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus,” tutup Nyonya Nurwidayati Samaun Dahlan.