Kobuk Nyamplungan
yusuf achmad
Malam mengusik sambil berbisik-bisik, hampir pulas seberkas
lega. Sehabis kerja mengusap keringat wangi, pelangi seharum
wedang bermantra jiwa.
Wedang sejenis minuman khas, Nyamplungan membekas
bahkan tak retas. Terlahir sejak sebelum aku jadi lendir, kobuk
gula merah Jawa darah belia.
Bercampur jahe sepanas Timur Tengah, berdaun pandan
panjang memori indah. Beraroma segar hampa masalah,
berkayu manis mengawal rasa. Berkelahi melawan virus bahkan
wabah, aliran wedang menggenangi Nyamplungan.
Manis kobuk menanti salam terucap, salam terbalas basahi
keakraban. Wedang merah berselendang kelapa muda, nikmat
rasa senyum penyeduh tersungging. Koyakkan hati mengenang
untuk bertemu, di sudut kobuk membisu berwujud tapi beku