April 16, 2026
lasman

Puisi

Pulo Lasman Simanjuntak

seikat perjalanan
dimulai dari peta
kuku-kuku waktu
menggelisahkan
sekujur tubuhku

tak lagi mampu
menghisap
mulut matahari
bernyanyi kidung pagihari
sepi makin terkurung
pada batin ini

apa lagi yang harus disantap
dari dalam rahimmu
tak ada janin bayi
tinggal terbungkus
tulang belulang
ditikam gizi buruk
pada cuaca ekstrem
semakin buruk rupa

tidurlah sayang
sampai nanti
jasad ini mau dibakar
beralaskan debu dan tanah

pada akhirnya
aku terus berlari keletihan
mengejar angin
malam kecelakaan
imajinasi sungguh mematikan
sampai di pertengahan kota
ada darah segar
di pori-pori aspal jalan

“jangan takut, silahkan jalan terus, kejarlah mimpi-mimpi itu sampai engkau tak lagi kelaparan akan firman maupun makanan menyehatkan,” pesan terakhir seorang lelaki muda tanpa buah dada
terkapar
mencium ganas rembulan

Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022