Kumpulan Puisi Leni Marlina “Air Mata dan Suara Anak Palestina” (Chapter 1) /1/ Air Mata dan Suara Anak Palestina
Oleh: Leni Marlina
–
Tetes itu bukan sekadar air,
bukan sekadar garam di pipi yang kering.
Ia menyelinap seperti angin malam,
berbisik di sela-sela jeritan tak bersuara,
suara yang tersembunyi di balik reruntuhan.
Dari tanah yang pecah,
tangisan itu menjelma peluru,
melayang tanpa senjata,
namun mengoyak siapa pun yang mendengar.
Suara itu menghantam, seperti ombak yang pecah di batu,
membangunkan kami dari mimpi,
membuat dada sesak oleh luka yang tak terlihat.
Di lorong-lorong gelap, di reruntuhan yang terbakar,
suara itu terus berkumandang—
lirih, berani, memecah sunyi malam.
Suara kami bagaikan rintik hujan yang menolak menguap,
menolak dilupakan, menjadi sungai yang mengalir
di lembah perjuangan,
membanjiri hati kami dengan ingatan, dan kekuatan untuk bertahan.
Air mata kami seperti sungai
yang tak pernah berhenti mengalir,
memahat sejarah pada batu-batu sunyi,
menulis puisi tanpa kata,
hanya dengan jejak rasa,
dan suara-suara yang berbisik di tiap tetesnya.
Mungkin suatu hari,
suara tangis ini akan menghilang—
bukan karena lupa,
tapi karena harapan telah menang.
Padang, Sumbar, 2024