Kunjungan RD Ponsianus Ongirwalu Hadirkan Sukacita Paskah
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana pagi di Rabu dalam Oktaf Paskah, 8 April 2026, terasa berbeda di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan.
Sukacita kebangkitan Kristus tidak hanya dirayakan di dalam gereja, tetapi juga mengalir hangat hingga ke rumah-rumah umat melalui kunjungan pastoral Pastor Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), RD Ponsianus Ongirwalu.
Didampingi Ketua Rukun Santo Yohanes Maria Vianney (SYV), kehadiran Pastor menjadi tanda nyata Gereja yang hidup, Gereja yang menyapa, mendengarkan, dan berjalan bersama umatnya.
Setiap rumah yang dikunjungi seolah menjadi ruang perjumpaan iman yang sederhana namun penuh makna.
Bagi keluarga yang menerima kunjungan, momen ini menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam. Salah satu umat, Bapak Hans Saikmat, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kehadiran Pastor di rumah kami adalah berkat Paskah yang nyata. Kami merasa dikuatkan dalam iman sebagai kepala keluarga,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Bapak Yelky Rangkore yang merasakan kedamaian melalui doa bersama di rumahnya.
“Kunjungan ini mengingatkan kami bahwa gembala tidak lupa pada domba-dombanya. Ada kedamaian saat doa dipanjatkan di ruang tamu kami,” ujarnya.
Kehangatan itu juga dirasakan oleh Bapak Zefnat Septory.
“Merasa sangat dihargai sebagai bagian dari umat. Paskah tahun ini terasa lebih hangat karena sapaan langsung dari Gereja,” ungkapnya.
Sementara itu, Bapak Benny Fenyapwain melihat kunjungan ini sebagai dorongan untuk semakin aktif dalam kehidupan menggereja.
“Terima kasih Pastor sudah meluangkan waktu. Ini memotivasi kami untuk lebih aktif lagi dalam kegiatan rukun dan gereja,” katanya.
Di rumah lainnya, Bapak Josep Laratmase merasakan kunjungan ini sebagai penyegaran iman.
“Sebuah kejutan iman di pagi hari. Doa Pastor memberikan kesegaran bagi kami untuk menjalani rutinitas harian dengan semangat Paskah,” ujarnya.
Rasa persaudaraan juga semakin kuat dirasakan oleh Bapak Liberatus Luturmase.
“Kami merasa disatukan kembali. Kunjungan ini mempererat tali persaudaraan antara kami umat dan pimpinan paroki,” tuturnya.
Tak kalah mendalam, Bapak Junisius Kundre memaknai kunjungan tersebut sebagai tanda kehadiran Kristus yang hidup.
“Sukacita Paskah menjadi lengkap. Kami diingatkan bahwa Kristus yang bangkit hadir melalui kunjungan sederhana seperti ini,” katanya.
Bapak Rino Futwenbun pun melihat momen ini sebagai kesempatan refleksi keluarga.
“Momen ini menjadi waktu bagi kami untuk merefleksikan peran keluarga sebagai Gereja domestik yang dikunjungi oleh gembalanya,” ungkapnya.
Dari sisi kaum ibu, Ibu Rosa Fanumbi menyampaikan rasa haru yang mendalam.
“Sebagai ibu rumah tangga, saya merasa sangat tersentuh. Doa dan berkat untuk rumah ini memberikan ketenangan yang luar biasa,” ujarnya.
Ketua Rukun SYV turut menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya membangun kehidupan iman yang hidup di tengah umat.
“Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya kami untuk memastikan bahwa semangat Santo Yohanes Maria Vianney benar-benar hidup di tengah rukun kita,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, RD Ponsianus Ongirwalu juga menyampaikan pesan pastoral yang menekankan pentingnya menghadirkan terang Paskah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa Gereja bukan hanya hadir di altar, tetapi juga hidup dalam perjumpaan dengan umat.
“Gereja tidak hanya diam di dalam gedung altar, tetapi Gereja yang hidup adalah Gereja yang mendatangi umatnya,” pesannya.
Ia juga mengajak umat untuk terus menghidupi semangat Paskah dalam keluarga.
“Kuatkanlah persekutuan doa dalam keluarga, karena dari sanalah benih-benih iman tumbuh dan mekar,” tutupnya.
Kunjungan pastoral ini menjadi bukti bahwa sukacita Paskah tidak berhenti pada perayaan liturgi semata, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan nyata umat, menguatkan iman, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kasih Tuhan di setiap rumah.(rls:wu/jk)