April 21, 2026

Era Nurza

Di antara riuh kota yang berdebu,
kupilih arah menuju rindu baru
di mana jalan-jalan bersenandung aroma,
dan mata dimanja warna-warni rasa.
Langkah kaki bukan sekadar pelancongan,
tapi ziarah pada jejak-jejak kelezatan.

Setiap sudut adalah sajak
yang disajikan dalam sepiring kenangan.
Ada sate yang bicara dengan bara,
mie yang mengalirkan kisah dari zaman tua,
es serut bernostalgia pada masa kecil,
dan kopi hitam yang merangkul waktu senyap-senyap.

Pasar malam pun bersinar bak galaksi,
gerobak-gerobak menjadi bintang yang berseri
dengan tawa pedagang yang hangat,
dan lidah yang menari tanpa penat.
Ini bukan sekadar liburan,
ini perjamuan jiwa di persimpangan negeri.

Menjelajah bukan hanya tentang tempat,
tapi rasa yang menyapa hati paling dalam.
Mari kita jalan-jalan,
biarkan rasa jadi pemandu arah
karena terkadang, pulang
bermula dari satu gigitan pertama.

Padang, Agustus 2025