April 18, 2026

MAN Kota Sawahlunto Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW: Semerbak Akhlak dalam Gema Cinta Rasul

SAWAHLUNTO, 12 September 2025 Di tengah pagi yang basah oleh embun dan dibingkai oleh sejuknya udara pegunungan, MAN Kota Sawahlunto kembali menghidupkan semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam suasana yang sarat makna, acara tersebut menjadi bukan hanya sebuah peringatan seremonial, tetapi juga momentum penghayatan nilai-nilai akhlak mulia yang diwariskan oleh Sang Nabi terakhir.

Halaman MAN Kota Sawahlunto disulap menjadi taman spiritual yang memadukan keindahan suara, makna, dan renungan. Gemuruh shalawat dan nashid dari Tim Nashid MAN Kota Sawahlunto membuka acara dengan penuh khidmat. Lantunan merdu, harmonisasi vokal yang lembut, dan irama penuh ketulusan membuat seluruh hadirin larut dalam suasana syahdu seolah Rasulullah hadir di tengah-tengah mereka, menyapa dengan senyum dan kelembutan.

Tidak berhenti di sana, sorotan utama acara ini jatuh kepada tausiah dari penceramah yang dikenal luas di kalangan masyarakat Minangkabau, Ustaz Zulhandra. Dengan tema “Akhlak”, beliau menelusuri jejak-jejak emas Rasulullah SAW, dari pribadi yang jujur dan amanah, hingga cinta kasih yang menembus batas suku, ras, dan zaman.

“Bukan kerasnya suara yang menjadi kekuatan, tapi kelembutan hati. Bukan tingginya jabatan yang membuat mulia, tapi kerendahan akhlak yang menyentuh langit,” ujar Zulhandra, memukau para siswa dan guru yang mendengarkannya dengan penuh perhatian.

Dalam narasinya yang puitis dan menyentuh, Zulhandra menyulam kisah-kisah kehidupan Rasulullah dengan fenomena kekinian. Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan akhlak sebagai identitas dan pondasi hidup, bukan sekadar formalitas agama.

“Kalau ingin dicintai dunia dan akhirat, tirulah akhlak Nabi. Dunia akan menunduk, dan langit akan menyambutmu,” tambah Zulhandra disambut riuh takbir dan tepuk tangan dari para siswa.

Menambah kekhidmatan acara, salah satu sesi paling menyentuh adalah penampilan khotbah Jumat dari perwakilan siswa MAN Kota Sawahlunto. Dalam suara yang masih muda namun penuh semangat, sang khatib muda menyampaikan pesan moral tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Khotbah itu bukan hanya menunjukkan bahwa MAN Kota Sawahlunto mampu melahirkan generasi intelektual, tetapi juga calon pemimpin spiritual yang berbudi luhur.

“Rasulullah adalah akhlak yang berjalan. Maka, selama kita berjalan di dunia ini, pastikan langkah kita tidak menjauh dari jejaknya,” ujar sang khatib muda, yang mendapat apresiasi luar biasa dari guru dan tamu undangan.

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dalam sambutan menyampaikan “Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk merenung, meneladani, dan menghidupkan kembali ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah derasnya arus informasi, tantangan zaman, dan gempuran budaya yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam, kita harus menjadikan akhlak Rasulullah sebagai kompas moral”.

Acara Maulid kali ini di ikuti oleh seluruh tenaga Pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan MAN Kota Sawahlunto serta seluruh siswa mulai dari Fase E hingga F12.

Acara Maulid ini tak hanya menggugah jiwa, tetapi juga membekas di hati. Sebuah refleksi, bahwa meski zaman berganti, cinta kepada Rasulullah SAW tak pernah lekang. Dan MAN Kota Sawahlunto, dengan segala daya dan upaya, tetap menjadi penjaga bara cinta itu agar tetap menyala di dada para generasi muda.

Kontributor : Nofri Hendra

EditorĀ  : DTB