April 18, 2026

Peringati Maulid Nabi: MAN Sawahlunto Hadirkan Penceramah Kondang Sumatera Barat

SAWAHLUNTO, 12 September 2025 Dalam semangat menyemai keteladanan Rasulullah SAW ke dalam sanubari generasi muda, MAN Kota Sawahlunto menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan sosok penceramah kondang Sumatera Barat Zulhnadra Penyuluh Agama PPPK Kecamatan Barangin Kemenag Kota Sawahlunto, Pengurus PERTI Sumbar, sekaligus mahasiswa doktoral Universitas Muhammadiyah Sumbar.

Dengan balutan kata yang lembut namun dalam, Zulhnadra menghidupkan kembali jejak-jejak agung Rasulullah SAW di tengah ruang utama madrasah. Suara beliau menggema lirih namun tegas, menuntun hadirin menyusuri hakikat akhlak, yang dalam pandangannya bukan hanya aturan moral, melainkan cahaya yang memandu jiwa menuju bahagia dunia dan akhirat.

“Akhlak Rasulullah adalah cermin ketundukan kepada Allah, kasih sayang terhadap sesama, dan keberanian berdiri untuk kebenaran. Akhlak bukan sekadar sopan santun; ia adalah pondasi hidup, denyut nadi peradaban, dan kunci pembuka pintu kebahagiaan sejati,” tutur Zulhandra di hadapan ratusan siswa dan guru yang menyimak dengan penuh khidmat.

Lebih lanjut, Zulhandra mengupas akar kata akhlak dari bahasa Arab khuluq yang berarti tabiat, sifat, atau karakter bawaan. Namun, dalam cahaya Islam, akhlak bukanlah sesuatu yang beku dan stagnan, melainkan bisa dibentuk, dilatih, dan dimuliakan. Rasulullah SAW sendiri diutus “li utammima makarimal akhlaq” untuk menyempurnakan akhlak mulia.

Dalam sesi yang paling menggugah, Zulhnadra menyambungkan simpul akhlak dengan dua kata sakti dalam Islam: iman dan aman. Ia menjelaskan, iman bukan hanya kepercayaan di hati, tetapi harus terwujud dalam laku dan sikap hidup yang melahirkan rasa aman bagi diri, keluarga, masyarakat, bahkan alam semesta.

“Di mana ada iman yang benar, di sana akan lahir aman. Masyarakat yang beriman sejatinya akan menciptakan lingkungan yang damai, adil, dan penuh kasih,” ungkap Zulhandra.

Zulhandra mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan, menumbuhkan akhlak mulia dalam diri, lalu menebarkannya seperti mata air yang tak pernah kering di tengah kemarau zaman.

Peringatan Maulid Nabi ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi momentum membangun kesadaran spiritual dan intelektual di kalangan pelajar. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dalam sambutannya, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari visi madrasah: membentuk insan berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

“Kita beruntung berada di madrasah ini, tempat ilmu dan iman disemai bersama. Ceramah Ustaz Zulhnadra hari ini adalah oase spiritual yang sangat berharga bagi siswa-siswi kami,” ujar Dafril dengan mata berbinar.

Tak satu pun siswa yang teralihkan perhatiannya sepanjang ceramah berlangsung. Wajah-wajah muda itu menyiratkan kekaguman dan kesungguhan, seolah mendengar langsung petuah dari zaman kenabian. Di antara mereka, barangkali telah tumbuh benih-benih akhlak yang kelak menjelma sebagai pohon kehidupan: meneduhkan, menguatkan, dan memberi buah.

Zulhandra menutup ceramahnya dengan ajakan tulus, sederhana namun menggugah: mulai dari hal kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang.

“Aktualisasi akhlak itu bukan dimulai di mimbar atau panggung, tapi di lorong-lorong sekolah, di rumah, di media sosial, di ruang kelas. Di situlah ladang amal sesungguhnya,” kata Zulhandra

Acara kemudian ditutup dengan Penampilan Tim Nasyid MAN Kota Sawahlunto di bawa asuhan Oky Loly Weny, dan di tutup dengan doa yang menyatukan harapan bersama: semoga keluhuran Rasulullah SAW tidak sekadar dikenang, tapi sungguh-sungguh dihidupkan dalam keseharian, oleh para seluruh Civitas serta siswa siswi MAN Kota Sawahlunto yang kini menatap masa depan dengan cahaya akhlak di dalam dada.

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB