SAWAHLUNTO (Humas)14 November 2025Di bawah langit pagi yang cerah kegiatan Muhadarah kembali menghidupkan denyut hikmah di MAN Kota Sawahlunto. Dengan mengusung tema “Membangun Pribadi Berkarakter dan Berakhlak Mulia”, pelaksana kegiatan, kelas X Fase E4 di bawah bimbingan wali kelas Astri Winanda, sukses menghadirkan sebuah perhelatan penuh nilai, sarat makna, dan bernuansa sastra yang mendalam.
Para siswa, guru, dan seluruh civitas akademika MAN Kota Sawahlunto hadir dengan wajah yang memancarkan semangat menimba inspirasi. Iringan lantunan ayat-ayat suci membuka kegiatan dengan penuh khidmat, membentuk lingkaran doa yang merangkul setiap hati yang hadir.
Muhadarah hari itu bukan sekadar ajang berbicara, melainkan panggung pembentukan jiwa. Para siswa kelas X Fase E4 menampilkan rangkaian Khotbah Jumat, MSQ, dan penampilan seni , dan renungan yang disusun dengan kehalusan bahasa dan kedalaman makna. Masing-masing menyuarakan pesan tentang pentingnya karakter, akhlak, serta adab sebagai fondasi kehidupan. Alunan kata-kata mereka mengalir tenang, namun menghunjam kuat seperti sungai jernih yang menyejukkan dan sekaligus menguatkan.
Wakil Kepala Bidang Humas Nofri Hendra dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ceruk tempat para siswa menimba keberanian dan ketulusan. “Muhadarah bukanlah sekadar penampilan. Ia adalah latihan batin, ruang menata diri, dan jalan menanamkan akhlak mulia yang akan tumbuh sepanjang hayat,” ujar Nofri dalam sambutan yang disambut anggukan penuh harap dari hadirin.
Antusiasme seluruh civitas akademika menjadi bukti bahwa kegiatan ini memiliki gema positif. Guru-guru memberi apresiasi atas kedisiplinan dan persiapan matang yang ditunjukkan para siswa. Para pembina kesiswaan memuji Muhadarah sebagai tradisi yang patut dijaga, sebab di situlah nilai-nilai keislaman, kebudayaan, dan kecakapan berbahasa dirajut menjadi satu kesatuan yang utuh.
Seiring melambatnya waktu dan berakhirnya rangkaian acara, tersisa kesan mendalam di hati setiap peserta: bahwa akhlak mulia tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan; karakter tidak hanya dibicarakan, tetapi dibentuk melalui proses yang sabar dan berkelanjutan. Muhadarah hari itu bukan hanya sebuah kegiatan, melainkan perjalanan ruhani yang menguatkan pijakan generasi muda dalam melangkah menuju masa depan.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB