April 11, 2026

Oleh: I Ketut Surajaya

Negeriku negeri perhelatan
Negeri kenduri nasi tumpeng
Pucuk tumpeng puncak gunung
Ujung tumpeng dipotong
Dipersembahkan Hyang Widhi
Juga kepada pelindung negeri

Dasar sekeliling tumpeng
Dihias lauk aneka rasa
Rasa parpol rasa ormas
Sayur urab adonan etnis
Teri goreng srundeng
Beribu adat anak negeri
Racikan kapur sirih
pinang gambir
Sembah bakti Yang Maha Esa

Nasi tumpeng
Tak mengenal oposisi
Tak mengenal koalisi
Apalagi penguasa
Hanya dasar bagai pengayom
Lauk pauk Trias Politika
Sebagai tampah dasar kuat
Sebagai alas persatuan
Sinergi segala lauk pauk
Tak ketingalan cabe rawit
Kalau tergigit pedas menggigit

Nasi tumpeng kuning gunungan
Dihias lauk serba neka palawija
Kekayaan alam Nusantara
Serasi bak orkestra
Pada dasar tumpeng gunungan
Seni budaya anak negeri
yang dinamis

Nasi tumpeng disantap bersama
Tua muda laki perempuan
Tanpa batas kasta dan kelas
Tanpa arogansi koalisi
Tanpa intrik oposisi
Harmoni saling mengisi
Adil bagai timbangan
Dalam konstruksi nasi tumpeng
Tata negara Nusantara
Yang kumimpikan

 

Depok, 26 Maret 2024